Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyuarakan harapan sekaligus kecemasan. Dia berharap perundingan damai yang dimediasi AS dengan Rusia pekan depan di Jenewa bisa membuahkan hasil. Namun begitu, nada bicaranya terdengar cukup getir.
Zelensky merasa Kyiv terlalu sering jadi pihak yang diminta untuk mengalah. "Amerika sering kembali ke topik konsesi," ujarnya, "dan terlalu sering konsesi tersebut hanya dibahas dalam konteks Ukraina, bukan Rusia."
Menurutnya, situasi ini terasa janggal. "Jujur saja, terkadang terasa seperti kedua pihak membicarakan hal-hal yang sama sekali berbeda," tambahnya.
Pertemuan di Jenewa nanti akan jadi babak lanjutan. Sebelumnya, pembicaraan serupa sudah digelar di Abu Dhabi. Meski digambarkan konstruktif, pertemuan itu tak menghasilkan terobosan berarti. Kini, dengan Presiden AS Donald Trump berupaya menengahi, semua mata tertuju pada Swiss.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen