Tapi, bukan berarti dia menerima begitu saja. Ada catatan penting. Menurut Ma'ruf, perlu kajian mendalam untuk benar-benar paham tujuan forum baru ini. Apakah arahnya sejalan dengan prinsip kita atau justru sebaliknya?
"Nah tinggal lagi apakah forum ini membawa ke sana apa tidak. Nah itu perlu pengkajian, saya kira perlu pembahasan," pungkasnya.
Langkah Indonesia masuk ke dalam BoP di awal 2026 ini memang menarik perhatian. Secara resmi, disebut sebagai bagian dari diplomasi untuk mendorong perdamaian di Gaza dan tentu saja, melindungi kepentingan rakyat Palestina. Pemerintah sendiri sudah menegaskan, ini sama sekali bukan upaya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
Meski begitu, langkah ini rupanya memantik perdebatan. Banyak yang mempertanyakan, apakah keputusan ini tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu penjelasan dan tindak lanjut yang lebih konkret.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen