Kondisi ini, lanjutnya, semakin memukul perekonomian masyarakat yang justru sedang mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri. Tekanan ekonomi yang meningkat membuat bantuan transisi dari pemerintah menjadi semakin krusial untuk menjaga stabilitas rumah tangga selama masa sulit ini.
"Kemudian juga, sumber mata pencaharian lain, banyak kebun-kebun sudah rusak, sehingga mempengaruhi ekonomi masyarakat," tambahnya.
Bantuan Konkret dan Komitmen Jangka Panjang
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Seruni tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga memulai proyek yang mendukung pemulihan berkelanjutan. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai aspek, mulai dari logistik dasar hingga perlengkapan penunjang aktivitas sehari-hari.
"Bantuan yang disalurkan di Kabupaten Pidie Jaya meliputi perlengkapan ibadah, paket sekolah, kompor satu tungku, tabung gas elpiji, kasur, ember, gayung, serta berbagai logistik kebutuhan dasar seperti minyak goreng, sabun mandi, deterjen, dan paket snack," tutur Tri Tito.
Lebih dari sekadar bantuan barang, kunjungan tersebut juga diisi dengan peresmian sumur bor di lokasi bencana. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memulihkan akses air bersih, sebuah kebutuhan fundamental yang seringkali terabaikan pascabencana. Kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah gampong lainnya, menunjukkan pendekatan yang menyeluruh.
Dengan serangkaian kegiatan ini, Seruni berkomitmen untuk mendampingi masyarakat tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses transisi yang lebih panjang menuju pemulihan yang mandiri dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron