Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang

- Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00 WIB
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang

Di Istana Akasaka, Tokyo, suasana pertemuan bilateral terasa hangat. Presiden Prabowo Subianto tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Undangan untuk berkunjung di musim semi ini, saat bunga Sakura sedang bermekaran, disebutnya sebagai sebuah kehormatan.

"Pertama-tama, terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan untuk PM Takaichi dan pemerintah Jepang," ujar Prabowo, Selasa (31/3/2026).

"Sambutannya sungguh hangat dan penuh hormat. Saya juga sangat menghargai undangan ini, untuk bisa menikmati musim semi Sakura yang indah di Jepang."

Rasa terima kasihnya tak berhenti di situ. Sehari sebelumnya, dia telah diterima secara khusus oleh Kaisar Naruhito. Momen itu jelas meninggalkan kesan mendalam baginya.

"Saya juga berterima kasih atas sambutan kehormatan dari Sri Baginda Kaisar," katanya.

"Sekali lagi, saya tegaskan komitmen kami. Hubungan Indonesia dan Jepang sudah lama terjalin dan berjalan baik. Ini semua harus kita perkuat lagi ke depannya."

Namun begitu, di balik rangkaian sambutan yang ramah itu, Prabowo menyelipkan catatan serius. Dunia saat ini, menurutnya, sedang memanas. Situasi geopolitik penuh ketidakpastian.

"Kami prihatin dengan keadaan yang ada," ungkapnya.

Tapi di tengah semua itu, justru kerja sama antara Jakarta dan Tokyo bisa jadi penawar. Kolaborasi kedua negara ini, di mata Prabowo, adalah contoh nyata yang bisa menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Kunjungan resmi perdana Prabowo ke Jepang ini berlangsung singkat, dari 29 hingga 31 Maret 2026. Agenda diawali dengan pertemuan penuh protokoler di Imperial Palace bersama Kaisar Naruhito. Lalu, pertemuan puncak dengan PM Takaichi di Istana Akasaka menutup rangkaian kunjungannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar