1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop

- Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20 WIB
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop

Bulan April dimulai dengan tanggal yang cukup sibuk. Ya, 1 April bukan cuma soal lelucon dan guyonan semata. Ternyata, ada beberapa momen penting lain yang punya makna lebih serius, baik untuk Indonesia maupun dunia.

Hari Penyiaran Nasional: Mengenang Siaran Pertama dari Solo

Bagi kita di Indonesia, tanggal ini punya makna sejarah tersendiri. Setiap 1 April, kita memperingati Hari Penyiaran Nasional atau Harsiarnas. Tujuannya sederhana: mengajak masyarakat lebih menghargai perjalanan panjang dunia penyiaran tanah air dan mendukung industri lokal agar tetap bergairah.

Penetapannya sendiri melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019. Lalu, kenapa harus tanggal 1 April? Jawabannya ada di kota Solo, tepatnya pada tahun 1933.

Di sanalah, Sri Mangkoenegoro VII mendirikan Solosche Radio Vereeniging (SRV) sebagai lembaga penyiaran radio pertama milik Indonesia. Kelahiran SRV pada 1 April itulah yang kemudian dijadikan tonggak sejarah, menjadi patokan bagi para penggagas Harsiarnas.

World Bank Day: Lembaga Global yang Lahir dari Reruntuhan Perang

Beralih ke panggung internasional, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Bank Dunia. Ini terkait erat dengan berdirinya International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), yang lebih kita kenal sebagai World Bank.

Lembaga ini punya peran besar, lho. Fokusnya adalah mendukung pembangunan ekonomi negara-negara anggotanya, lewat pembiayaan proyek, pengentasan kemiskinan, dan upaya meningkatkan kesejahteraan global. Kantor pusatnya berada di Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut catatan resminya, Bank Dunia lahir dari Konferensi Bretton Woods pada 1 April 1944. Bayangkan saja, saat itu dunia baru saja keluar dari kegelapan Perang Dunia II. Pertemuan bersejarah itu digelar untuk merancang tatanan ekonomi internasional yang baru, dan Bank Dunia adalah salah satu pilarnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar