Cuaca ekstrem di Bondowoso ternyata tak hanya membawa hujan dan angin. Seorang nenek berusia 66 tahun, Maryema, meninggal dunia setelah tersambar petir di dalam rumahnya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Senin (30/3/2026) lalu.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Maryema semula berada di sawah. Tapi melihat hujan yang turun begitu deras, ditambah angin yang menderu kencang, dia pun memutuskan untuk buru-buru pulang. Sayangnya, rumah pun tak menjamin keselamatan. Saat berada di ruang tamu, petir menyambar. Dia tewas seketika.
Kristianto Putro Prasojo, Kalaksa BPBD Bondowoso, membenarkan kejadian ini.
"Benar, salah satu penduduk terkena petir dan meninggal dunia," ujarnya.
Kondisi korban sungguh memilukan. Beberapa bagian tubuh Maryema mengalami luka bakar akibat sambaran petir yang dahsyat itu. Keluarga yang berduka kemudian segera memakamkan jasadnya di TPU desa setempat.
Di sisi lain, cuaca buruk saat itu memang merusak. Tak cuma satu desa, angin kencang dan hujan lebat juga menerjang Desa Gayam yang berdekatan. Akibatnya, setidaknya dua rumah warga di sana dilaporkan rusak diterpa angin.
Nasib sial Maryema jadi pengingat yang pahit. Bahkan di balik dinding rumah sekalipun, amukan alam terkadang tak terelakkan.
Artikel Terkait
Blackout Bukan Hanya di Indonesia: Pengamat Soroti Gangguan Listrik di Negara Maju dan Pentingnya Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
Pengacara Roy Suryo Desak SP3 Kasus Ijazah Palsu Jokowi Berlaku untuk Semua Tersangka
49 Ekor Hewan Kurban Mulai Didistribusikan ke 11 Pulau di Kepulauan Seribu Jelang Iduladha
James Riady Dorong Percepatan Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta untuk Pekerja Industri Bekasi