Ponorogo – RSU Muslimat Ponorogo kini punya wajah baru. Gedung Gus Dur, sebuah bangunan tujuh lantai yang megah, resmi dibuka. Ini bukan sekadar penambahan fisik, tapi upaya konkret untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, nyaman, dan tentu saja, bisa dijangkau lebih banyak orang.
Acara peresmiannya kemarin ramai. Hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran mereka menegaskan betapa signifikannya kehadiran gedung ini bagi Ponorogo, khususnya dalam memperkuat layanan untuk ibu dan anak.
Gedung Gus Dur sendiri dirancang dengan konsep pelayanan mutakhir. Di dalamnya, fasilitas medis yang lengkap berpadu dengan desain ruang perawatan yang memperhatikan kenyamanan pasien. Jadi, bukan cuma soal menambah infrastruktur, lebih dari itu, gedung ini ingin menegaskan arah pelayanan kesehatan yang manusiawi.
Arifatul Choiri Fauzi berharap gedung ini bisa menjawab tantangan kesehatan masa kini dan jadi rujukan masyarakat.
“Penamaan Gedung Gus Dur ini bentuk penghormatan kami. Nilai-nilai yang selalu dikedepankan almarhum, seperti kebersamaan dan kesetaraan tanpa diskriminasi, itu yang jadi landasan kami melayani di sini,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Khofifah menekankan bahwa pembangunan ini buah dari kolaborasi banyak pihak.
“Ini buktinya, kalau kita bangun sinergi dan kolaborasi dengan baik, insya Allah semua bisa terwujud,” kata Khofifah.
Ia juga menyoroti peran Ponorogo yang kian kuat di bidang kesehatan reproduksi.
“Ponorogo ini kan dulu sudah terkenal dengan layanan infertilitas, ya, membantu pasangan yang sulit punya anak. Dengan gedung baru ini, posisinya makin kuat sebagai episentrum penanganan kasus-kasus seperti itu,” tambahnya.
Nama Gus Dur yang disematkan punya cerita panjang. Ternyata, ada ikatan historis yang erat. Kembali ke tahun 1986, saat RSU Muslimat masih berupa Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang sederhana. Nah, peresmiannya kala itu dilakukan langsung oleh Gus Dur sendiri, yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua PBNU.
Selain peresmian gedung, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pembukaan kantor cabang Muslimat Ponorogo. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat lagi peran organisasi perempuan Nahdliyin ini, khususnya di ranah sosial dan kesehatan. Sebuah hari yang cukup berarti bagi warga Ponorogo.
Artikel Terkait
Patroli Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Kalimalang, Empat Pelaku Diamankan
Separuh Hewan Kurban Masjid Istiqlal Disumbang Masyarakat Umum dan Non-Muslim, Bukti Kebersamaan Lintas Iman
Rumah YouTuber Bone Dibobol Maling Saat Salat Idul Adha, Emas 500 Gram dan Rp50 Juta Raib
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke PB IKA PMII untuk Iduladha 1447 H