UINSA Gelar Konferensi Internasional, Usung Islam Indonesia sebagai Solusi Krisis Global

- Jumat, 21 November 2025 | 11:48 WIB
UINSA Gelar Konferensi Internasional, Usung Islam Indonesia sebagai Solusi Krisis Global
Konferensi UINSA

UIN Sunan Ampel Surabaya bakal menggelar konferensi internasional besar pada 26 November 2025 mendatang. Bertajuk 'International Conference on Indonesian Islam: Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization?', acara ini punya misi serius: mendiskusikan posisi Islam Indonesia di panggung dunia yang lagi panas.

Latar belakangnya jelas. Dunia lagi tidak karuan. Perang Rusia–Ukraina dan konflik Palestina–Israel yang tak kunjung reda bikin situasi global makin runyam. Menurut sejumlah saksi, inilah momentum tepat untuk menawarkan perspektif berbeda.

Prof. Abd. Muhid, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSA, menjelaskan bahwa konferensi ini adalah sumbangsih kampus untuk peradaban.

"Ini upaya kami menghadirkan sudut pandang Islam Indonesia yang diharapkan bisa kasih solusi buat dunia," katanya, Jumat (21/11).

Ia melanjutkan, Indonesia bukan cuma punya populasi Muslim terbesar. Tapi juga punya model keberagamaan yang unik: moderat, damai, dan cocok dengan demokrasi. Lewat forum ini, mereka pengin tunjukkan bahwa Islam Indonesia punya sesuatu yang berharga untuk ditawarkan.

Nggak main-main, deretan pembicara yang diundang juga top. Ada Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Wakil Ketua DPR Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, dan sejumlah nama besar lain seperti KH Anwar Iskandar dari MUI. Dari kalangan akademisi internasional, hadir pula Prof. Greg Barton.

Agendanya sendiri bakal fokus pada isu-isu strategis pasca-perang. Gimana nilai-nilai Islam ala Indonesia bisa main peran dalam rekonsiliasi global, diplomasi moral, dan membentuk tata dunia yang lebih manusiawi. Intinya, forum ini dirancang sebagai ruang dialog lintas negara yang cair.

Rangkaian acaranya terdiri dari keynote speech, diskusi panel, plus yang menarik: pembacaan Surabaya Charter. Piagam ini nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi moral dan intelektual untuk komunitas global. Sebuah deklarasi yang patut ditunggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar