“Saya mulai nundukin spion tengah, saya nundukin spion tengah. Baru mulai saya tegur,” terang AR saat diwawancarai.
Teguran pertama sempat diabaikan oleh pasangan tersebut. Mereka tetap dalam posisi yang sama, seolah tidak mendengar. AR pun meningkatkan nada suaranya. Barulah setelah itu, sang perempuan penumpang mulai beranjak bangun. Pada saat itulah, AR memperhatikan kondisi pakaian keduanya yang tampak tidak beraturan.
“Saya ngeliat si cewek ini bajunya berantakan. Si laki-laki celananya juga nggak beres,” ungkapnya.
Pertimbangan dan Motif Pengunggahan Video
Meski merasa terganggu dan tidak nyaman, AR mengaku tidak serta-merta menghentikan perjalanan dan mengeluarkan penumpangnya di tengah jalan. Ia mempertimbangkan dampaknya terhadap akun dan penilaian layanannya sebagai driver. Keputusan untuk melanjutkan perjalanan hingga tujuan diambil dengan perhitungan yang matang.
Adapun soal video yang kemudian viral, AR menyatakan motifnya lebih kepada edukasi. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pengguna layanan transportasi online untuk menjaga sikap dan saling menghormati kenyamanan bersama di ruang publik, termasuk di dalam kendaraan.
“Iya betul (ingin edukasi penumpang),” pungkasnya menegaskan.
Kasus ini menyoroti kembali batasan privasi dan etika di dalam layanan transportasi umum. Penyidikan polisi diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus menegaskan norma sosial yang berlaku di masyarakat.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron