“Saya mulai nundukin spion tengah, saya nundukin spion tengah. Baru mulai saya tegur,” terang AR saat diwawancarai.
Teguran pertama sempat diabaikan oleh pasangan tersebut. Mereka tetap dalam posisi yang sama, seolah tidak mendengar. AR pun meningkatkan nada suaranya. Barulah setelah itu, sang perempuan penumpang mulai beranjak bangun. Pada saat itulah, AR memperhatikan kondisi pakaian keduanya yang tampak tidak beraturan.
“Saya ngeliat si cewek ini bajunya berantakan. Si laki-laki celananya juga nggak beres,” ungkapnya.
Pertimbangan dan Motif Pengunggahan Video
Meski merasa terganggu dan tidak nyaman, AR mengaku tidak serta-merta menghentikan perjalanan dan mengeluarkan penumpangnya di tengah jalan. Ia mempertimbangkan dampaknya terhadap akun dan penilaian layanannya sebagai driver. Keputusan untuk melanjutkan perjalanan hingga tujuan diambil dengan perhitungan yang matang.
Adapun soal video yang kemudian viral, AR menyatakan motifnya lebih kepada edukasi. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pengguna layanan transportasi online untuk menjaga sikap dan saling menghormati kenyamanan bersama di ruang publik, termasuk di dalam kendaraan.
“Iya betul (ingin edukasi penumpang),” pungkasnya menegaskan.
Kasus ini menyoroti kembali batasan privasi dan etika di dalam layanan transportasi umum. Penyidikan polisi diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus menegaskan norma sosial yang berlaku di masyarakat.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi
Wanita Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Pikap di Jalan Raya Iwul Bogor
Komisi III DPR Gelar Rapat Lanjutan, Desak Polisi Ungkap Kasus Penyekan Andrie Yunus
Bupati Lebak Sentil Status Mantan Napi Wakilnya di Acara Halalbihalal