Guncangan Pasar: Larry Ellison Kehilangan Rp 415 Triliun dalam Sehari

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 22:15 WIB
Guncangan Pasar: Larry Ellison Kehilangan Rp 415 Triliun dalam Sehari

Larry Ellison, sang pendiri Oracle, baru saja mengalami pukulan finansial yang luar biasa. Harta bersihnya menyusut drastis, hingga USD 25 miliar atau setara dengan Rp 415 triliun, hanya dalam tempo satu hari. Semua ini berawal dari anjloknya saham perusahaan teknologi raksasa itu di pasar.

Menurut sejumlah laporan, saham Oracle sempat terperosok lebih dari 11 persen. Pemicunya? Hasil pendapatan kuartalan mereka ternyata jauh lebih lemah dari yang diperkirakan oleh para analis Wall Street. Guncangan di bursa itu langsung tercermin pada kekayaan Ellison, yang kini tercatat sekitar USD 258 miliar. Bisa dibilang, ini salah satu kerugian harian terbesar yang dialami seorang miliarder sepanjang tahun 2025.

Namun begitu, Ellison bukanlah satu-satunya orang super kaya yang merasakan hal serupa tahun ini. Lihat saja Elon Musk, yang pernah kehilangan USD 35 miliar hanya dalam tiga hari. Atau Mark Zuckerberg, yang kekayaannya tergerus sekitar USD 24 miliar. Kekhawatiran akan perang dagang dan resesi, yang dipicu rencana kebijakan tarif Trump, ikut memicu gejolak di pasar.

Ironisnya, posisi Ellison sempat sangat gemilang. Ia bahkan berhasil merebut mahkota orang terkaya di dunia dari Musk pada September lalu. Saat itu, saham Oracle melesat tinggi, mencapai 43 persen, didorong oleh lonjakan bisnis cloud mereka. Suasana saat itu benar-benar berbeda.

Kali ini, ceritanya berbalik. Laporan keuangan terbaru Oracle ternyata tak memenuhi ekspektasi pasar. Yang jadi sorotan adalah pengeluaran perusahaan yang begitu besar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.

Seperti halnya para raksasa teknologi lain, Oracle memang tengah berupaya mati-matian untuk tidak ketinggalan dalam perlombaan AI. Mereka menggelontorkan dana yang sangat masif. Tapi, tampaknya para investor mulai mempertanyakan strategi ini. Mereka khawatir, apakah semua pengeluaran besar-besaran itu akan membuahkan hasil yang setimpal di kemudian hari.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar