"Kami tetap sangat prihatin dengan laporan yang terus berlanjut mengenai eksploitasi anak-anak di layanan Roblox dan paparan materi berbahaya," ujar Julie.
Pemerintah bahkan sudah meminta Dewan Klasifikasi untuk meninjau ulang peringkat 'PG' (Parental Guidance) yang disandang Roblox saat ini. Apakah label itu masih sesuai dengan realita yang terjadi?
Ancaman Denda yang Tak Main-main
Menariknya, Roblox luput dari larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun yang baru diterapkan Australia. Padahal, aplikasi ini adalah yang paling populer di kalangan anak dan remaja Australia usia 4 hingga 18 tahun.
Namun, platform ini bukan berarti kebal hukum. Berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online, Roblox bisa dihantam denda hingga A$49,5 juta oleh Komisioner Keamanan Online jika kedapatan melanggar.
Aturan baru yang fokus pada konten terbatas usia seperti pornografi dan konten menyakiti diri sendiri telah berlaku sejak 9 Maret. Dan aturan ini berlaku juga untuk Roblox. Tak cuma itu, layanan game online juga diwajibkan melarang dan mengambil tindakan tegas terhadap berbagi konten intim non-konsensual, pelecehan seksual, hingga pemerasan seksual.
Menanggapi tekanan, Roblox sebelumnya mengklaim telah memenuhi sejumlah komitmen. Mereka menyebut sudah mewajibkan verifikasi usia minimal 17 tahun untuk mengakses game-game tertentu. Bahkan, pada September lalu, perusahaan berencana memperluas kebijakan verifikasi usia itu ke semua pengguna yang memakai fitur komunikasi platform sebelum akhir tahun.
Tapi bagi pemerintah Australia, klaim-klaim itu tampaknya belum cukup. Surat peringatan ini adalah sinyal jelas bahwa mereka menuntut bukti nyata dan perlindungan yang lebih konkrit bagi pengguna mudanya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen