Suasana retret di Hambalang, Bogor, pekan lalu sempat diwarnai canda Prabowo Subianto. Presiden yang juga Ketum Gerindra itu tiba-tiba bertanya tentang kekuatan koalisi pemerintah di tengah-tengah acara. Lantas, apa maksud pertanyaannya?
Menurut Waketum DPP Gerindra, Prasetyo Hadi, hal itu sebenarnya wajar saja. Dalam setiap pertemuan, kata dia, perlu ada momen untuk mencairkan suasana.
"Nggak ada, itu kan biasa lah," ujar Prasetyo di Istana Negara, Kamis (8/1/2025).
"Suasana dalam sebuah pertemuan itu kan pasti ada titik-titik tertentu yang kita... ya, semacam me-refresh atau mengingatkan ulang. Ice breaker. Boleh, bisa disebut ice breaking kan juga bisa itu," lanjutnya.
Prasetyo yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara itu menjelaskan, pertanyaan Prabowo intinya sekadar memastikan kekompakan. Namun begitu, yang dimaksud dengan koalisi di sini bukan cuma partai-partai yang punya kursi di Senayan.
"Kita kompak ya, kita solid ya. Kan di situ toh juga tidak sekadar bicara partai-partai yang ada di parlemen kan," jelasnya.
"Termasuk yang tidak punya kursi di parlemen kan juga bagian dari koalisi," tambah Prasetyo.
Sedikit mundur ke hari Selasa (6/1/2026), Prabowo memang terlihat santai saat memberi taklimat dalam retret kedua itu. Ia awalnya mengecek kehadiran para ketua umum partai koalisi yang hadir. Setelah memastikan semuanya ada, barulah ia meyakinkan bahwa barisan mereka kuat.
"Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada," ucap Prabowo kala itu.
Tak berhenti di situ, Prabowo lalu menyebut secara khusus Ketum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dengan nada bercanda, ia menyebut partai tersebut perlu diawasi.
"Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini," ujarnya, disambut gelak tawa peserta yang hadir.
Jadi, begitulah konteksnya. Sebuah selingan ringan di sela-sela agenda retret, yang menurut internal koalisi, hanyalah cara untuk menghangatkan suasana pertemuan.
Artikel Terkait
Kuwait Usir Dua Diplomat Iran dan Kecam Serangan Drone di Bandara Internasional
Indonesia Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Jalur Gaza, Nilai Langkah Ilegal
Jupnas Gizi Sorot Penangkapan Petinggi BGN, Dorong Proses Hukum Transparan dan Program MBG Tetap Berjalan
Prabowo Larang Telur Dadar dan Potongan Ayam Terlalu Kecil dalam Program Makan Bergizi Gratis