Penangkapan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) oleh aparat penegak hukum atas dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dari Forum Jurnalis Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi). Organisasi ini menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan tersebut, sembari mendorong agar proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan objektif.
Ketua Umum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menegaskan bahwa setiap proses penegakan hukum harus dihormati dan diberikan ruang untuk berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah di tengah publik yang mengikuti perkembangan kasus ini.
“Kami prihatin atas situasi yang sedang berkembang di Badan Gizi Nasional. Namun kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Rival dalam pernyataannya, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Rival, yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan optimal. Ia menilai dinamika di tingkat pimpinan tidak boleh mengganggu keberlangsungan program yang menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, Jupnas Gizi juga mencermati pergantian pimpinan BGN yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Organisasi ini memandang pergantian kepemimpinan sebagai bagian dari proses organisasi yang wajar dan harus dimaknai sebagai upaya memperkuat efektivitas pelaksanaan program nasional.
“Atas nama keluarga besar Jupnas Gizi, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang atas amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Kami juga mengucapkan selamat kepada jajaran Wakil Kepala BGN yang baru,” kata Rival.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas, memperluas manfaat program, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan dan gizi. Menurut Rival, tantangan ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, media massa, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat luas.
Di sisi lain, Jupnas Gizi menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru BGN dalam melanjutkan dan memperkuat berbagai program prioritas pemerintah. Program-program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis, percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.
“Jupnas Gizi siap menjadi mitra strategis dan independen dalam mengawal penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif terkait isu ketahanan pangan dan gizi. Kami percaya bahwa keberhasilan program-program gizi nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat, transparansi, dan komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” tambah Rival.
Organisasi ini juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan BGN sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam membangun fondasi kelembagaan BGN serta mengawal implementasi berbagai program nasional di bidang gizi. Menurut Jupnas Gizi, stabilitas kelembagaan BGN sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program strategis pemerintah, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Artikel Terkait
Wamen Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai Ditetapkan dalam OTT Dugaan Korupsi Dokumen WNA
Mourinho Minta Real Madrid Rekrut Bek Arsenal Riccardo Calafiori
Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura di Laga Perdana Garuda Championship Series 2026
Indonesia Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Jalur Gaza, Nilai Langkah Ilegal