Kuwait Usir Dua Diplomat Iran dan Kecam Serangan Drone di Bandara Internasional

- Rabu, 03 Juni 2026 | 22:55 WIB
Kuwait Usir Dua Diplomat Iran dan Kecam Serangan Drone di Bandara Internasional
Pemerintah Kuwait secara resmi menyatakan kecaman keras atas serangan drone yang dilancarkan Iran ke salah satu terminal Bandara Internasional Kuwait, dan mengambil langkah diplomatik tegas dengan mengusir dua staf Kedutaan Besar Iran dari negaranya dalam waktu 24 jam. Serangan yang terjadi pada Rabu (3/6) pagi waktu setempat itu menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya. Aktivitas penerbangan di bandara utama Kuwait pun terpaksa dihentikan sementara akibat insiden tersebut. Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Hamad Suleiman Al-Mashaan, memanggil kuasa usaha Iran di Kuwait, Hamed Yaqoubi Far. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Kuwait menyerahkan nota protes resmi yang meminta pengurangan jumlah personel Kedubes Iran di negaranya. Kuwait juga menetapkan dua anggota misi diplomatik Iran sebagai persona non grata, atau orang yang tidak diinginkan, dan meminta keduanya meninggalkan wilayah Kuwait dalam waktu 24 jam ke depan. Di sisi lain, pemerintah Kuwait membantah keras klaim Iran yang menyebut bahwa wilayahnya digunakan oleh Amerika Serikat sebagai basis untuk melancarkan serangan ke Iran. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan penolakan tegas terhadap penggunaan wilayah atau ruang udaranya untuk tindakan permusuhan terhadap negara mana pun. “Klaim palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al-Atwan, menyebut serangan itu sebagai agresi kriminal Iran yang mengakibatkan kerusakan material signifikan pada bangunan bandara serta menimbulkan korban luka. Al-Atwan tidak merinci jumlah pasti korban luka, tetapi dalam pernyataan melalui media sosial ia memastikan bahwa para korban telah mendapatkan perawatan medis. Kantor berita Kuwait melaporkan bahwa otoritas penerbangan sipil telah menangguhkan lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuwait dan mengalihkan penerbangan kedatangan ke sejumlah bandara alternatif. Terminal Satu menjadi sasaran serangan, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar