Malam itu, di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, suasana berbeda dari biasanya. Presiden terpilih Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan pertemuan dengan APINDO sehari sebelumnya. Namun, agenda beliau belum berakhir. Kali ini, giliran lima nama besar dunia usaha nasional yang mendapat audiensi.
Pertemuan berlangsung cukup lama, nyaris empat jam penuh dari pukul tujuh malam hingga lewat pukul sebelas. Lokasinya sama, di kediaman pribadinya di kawasan Bogor itu.
Lantas, apa yang dibahas begitu lama? Intinya, sebuah diskusi terbuka dan blak-blakan soal kondisi ekonomi kita. Para pengusaha itu datang khusus atas permintaan mereka sendiri. Mereka ingin berbicara langsung dengan Prabowo, mengetengahkan peluang sekaligus tantangan di berbagai sektor strategis. Tujuannya jelas: mencari formula sinergi yang tepat antara pemerintah dan pelaku bisnis.
Yang hadir malam itu adalah sederet tokoh papan atas: Prajogo Pangestu dari Barito Pacific, Anthony Salim (Salim Group), lalu Franky Widjaja dari Sinar Mas. Tak ketinggalan Boy Thohir dari Adaro Energy dan Sugianto Kusuma yang memimpin Agung Sedayu Group.
Dari percakapan itu, Prabowo banyak menyimak. Beliau menyerap berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan. Namun begitu, ia juga menegaskan satu hal penting: kolaborasi. Menurutnya, kemitraan erat antara pemerintah dan swasta adalah kunci untuk menggenjot daya saing bangsa dan mempercepat pembangunan.
"Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,"
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen