Proses evakuasinya sendiri cukup sulit dan memakan waktu. Tim penanggulangan bencana yang dibantu warga setempat bahkan harus membawa gergaji mesin. Tubuh korban terjepit di bawah material bangunan yang berat, sehingga kayu-kayu besar harus dipotong terlebih dahulu.
Kapten Laut (P) Komarudin, Komandan Pos TNI AL Kampung Baru, mengonfirmasi kronologi evakuasi yang dramatis itu.
"Tim gabungan harus menggergaji kayu-kayu besar karena posisi korban terjepit di bawah runtuhan. Begitu berhasil dievakuasi, korban sudah meninggal dunia,"
ujarnya.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan lebih lanjut. Hingga saat ini, identitas korban yang seorang penjual keliling itu masih didata oleh polisi dari Balikpapan Barat. Keluarganya belum dapat diinformasikan.
Peristiwa ini jadi pengingat yang pahit. Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Kalimantan Timur. Masyarakat diimbau untuk ekstra hati-hati, menghindari berteduh di bawah bangunan yang sudah rapuh atau pohon besar saat hujan dan angin kencang melanda. Keselamatan harus jadi yang utama.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha