Bangunan Parkir Roboh Diterjang Angin Kencang di Balikpapan, Penjual Keliling Tewas Tertimbun

- Minggu, 08 Februari 2026 | 21:00 WIB
Bangunan Parkir Roboh Diterjang Angin Kencang di Balikpapan, Penjual Keliling Tewas Tertimbun

Bangunan Parkir Ambruk Diterjang Angin, Penjual Keliling Tewas Tertimbun

Hujan deras dan angin yang menyapu Kota Balikpapan pada Minggu sore itu, berakhir tragis. Seorang penjual keliling yang sedang berteduh, kehilangan nyawanya setelah sebuah bangunan kayu roboh menimpanya.

Kejadiannya di Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah. Bangunan itu sendiri biasa dipakai warga untuk memarkir kendaraan. Tapi sore itu, angin datang begitu kencang dan tiba-tiba. Dalam sekejap, struktur kayu itu pun ambles, rata dengan tanah.

Menurut sejumlah saksi, semuanya berlangsung sangat cepat. Korban yang sedang menghindari guyuran hujan di dalam bangunan, sama sekali tak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri.

"Kejadiannya tiba-tiba sekali pas angin kencang. Korban lagi berteduh di dalam, terus bangunan itu langsung roboh menimpa dia,"

kata Samson, salah seorang saksi mata. Suaranya masih terdengar sesak.

Dia tertimbun reruntuhan kayu dan atap. Kondisinya parah. Begitu parahnya, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Proses evakuasinya sendiri cukup sulit dan memakan waktu. Tim penanggulangan bencana yang dibantu warga setempat bahkan harus membawa gergaji mesin. Tubuh korban terjepit di bawah material bangunan yang berat, sehingga kayu-kayu besar harus dipotong terlebih dahulu.

Kapten Laut (P) Komarudin, Komandan Pos TNI AL Kampung Baru, mengonfirmasi kronologi evakuasi yang dramatis itu.

"Tim gabungan harus menggergaji kayu-kayu besar karena posisi korban terjepit di bawah runtuhan. Begitu berhasil dievakuasi, korban sudah meninggal dunia,"

ujarnya.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan lebih lanjut. Hingga saat ini, identitas korban yang seorang penjual keliling itu masih didata oleh polisi dari Balikpapan Barat. Keluarganya belum dapat diinformasikan.

Peristiwa ini jadi pengingat yang pahit. Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Kalimantan Timur. Masyarakat diimbau untuk ekstra hati-hati, menghindari berteduh di bawah bangunan yang sudah rapuh atau pohon besar saat hujan dan angin kencang melanda. Keselamatan harus jadi yang utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar