Produksi Beras 2025 Diprediksi Lampaui Target, Capai 34,77 Juta Ton

- Senin, 24 November 2025 | 12:36 WIB
Produksi Beras 2025 Diprediksi Lampaui Target, Capai 34,77 Juta Ton
Update Produksi Pangan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman baru-baru ini mengumumkan kabar menggembirakan soal produksi beras. Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dari BPS, proyeksi panen beras untuk periode Januari-Desember 2025 diprediksi melonjak menjadi 34,77 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dari target awal yang hanya 32,07 juta ton.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11), Amran menjelaskan lebih detail.

"Data KSA BPS menunjukkan produksi beras kita mencapai 34,77 juta ton. Ini naik 13,54 persen dari target 32 juta ton, atau ada tambahan sekitar 2,7 juta ton," ujarnya.

Yang menarik, proyeksi optimis ini bahkan mengungguli perkiraan yang dirilis United State Department of Agriculture (USDA). Lembaga AS itu sebelumnya memprediksi Indonesia hanya akan memproduksi 34,6 juta ton beras sepanjang musim tanam 2024-2025. Belum lagi FAO yang justru meramalkan angka lebih tinggi lagi, yaitu 35,6 juta ton untuk tahun 2025.

Di sisi lain, Amran juga sempat menyebutkan bahwa stok beras pernah mencapai puncaknya di angka 4,2 juta ton pada Juni 2025. Yang tak kalah penting, target produksi beras untuk tahun 2026 ternyata sudah disiapkan setara dengan realisasi 2025, yaitu 34,77 juta ton.

Tak Hanya Beras, Jagung Jupun Ikut Meroket

Tak cuma beras, komoditas jagung juga menunjukkan tren positif. Untuk periode yang sama, produksi jagung pipilan kering diproyeksikan mencapai 16,55 juta ton. Angka ini naik 9,34 persen dibanding tahun 2024. Dan tahun depannya, targetnya bahkan lebih ambisius: 18 juta ton.

Dengan capaian seperti ini, Amran merasa yain Indonesia tak perlu lagi impor jagung untuk kebutuhan pakan pada 2025. Kabar baik untuk petani dan industri dalam negeri.

Lalu bagaimana dengan komoditas hortikultura? Untuk aneka cabai, realisasi per 20 November 2025 sudah mencapai 2,84 juta ton atau 92,51 persen dari target tahunan 3,07 juta ton. Tahun depan, produksinya diproyeksikan sedikit lebih tinggi, yaitu 3,08 juta ton.

Sementara itu, bawang merah sudah terealisasi 1,78 juta ton atau 92 persen dari target 1,99 juta ton. Proyeksi 2026 ditetapkan sebesar 2 juta ton.

Untuk komoditas perkebunan, kopi mencatatkan realisasi 104,15 persen atau 813,35 ribu ton dari target 780,95 ribu ton. Tahun 2025 ditargetkan 786 ribu ton. Tebu juga tak kalah bagus, realisasinya 38,60 juta ton (104,86 persen) dari target 36,81 juta ton, dengan target 2026 sebesar 39,5 juta ton.

Kakao produksinya masih 93,62 persen dari target, atau 592,43 ribu ton dari 632,78 ribu ton. Tahun 2026 ditargetkan 633 ribu ton. Sedangkan kelapa baru mencapai 87,15 persen (2,51 juta ton) dari target 2,88 juta ton, dengan target tahun depan 2,89 juta ton.

Di sektor peternakan, produksi daging sapi dan kerbau mencapai 468,4 ribu ton (92,74 persen) dari target 505,08 ribu ton. Target 2026 naik jadi 514 ribu ton. Untuk daging ayam, realisasi 3,7 juta ton (87,88 persen) dari target 4,21 juta ton, dan tahun depan ditargetkan 4,34 juta ton. Adapun telur, realisasinya 5,89 juta ton (86,49 persen) dari target 6,81 juta ton, dengan target 2026 melonjak jadi 7,75 juta ton.

Menutup pemaparannya, Amran menegaskan komitmen pemerintah.

"Ke depan, program prioritas Kementerian Pertanian mulai 2026 akan difokuskan pada peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya untuk menjaga swasembada pangan," katanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar