Jeffrey Hendrik Pimpin Sementara BEI, Kursi Direktur Utama Baru Tunggu 2026

- Selasa, 03 Februari 2026 | 18:50 WIB
Jeffrey Hendrik Pimpin Sementara BEI, Kursi Direktur Utama Baru Tunggu 2026

Bursa Efek Indonesia punya kabar baru soal kepemimpinan. Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan, kini ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama. Penunjukan ini berlaku sementara, menunggu proses pemilihan direktur utama yang definitif.

Kapan pemilihan itu digelar? Menurut rencana, bakal terjadi di pertengahan 2026. Hal ini diungkapkan oleh Hasan Fawzi, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa lalu.

"Sesuai jadwal di tahun ini, karena masa berakhirnya masa bakti periode direksi bursa di bulan Juni 2026,"

jelasnya.

Jadi, prosesnya akan mengikuti ritme tahunan BEI. Biasanya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) digelar setiap Juni, bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan pengurus lama. Iman Rachman, yang baru saja mundur akhir pekan lalu, dulu juga ditunjuk melalui mekanisme serupa pada Juni 2022. Masa jabatannya, seperti direksi lainnya, adalah empat tahun.

Nah, yang menarik, pemilihan direksi baru ini disebutkan tidak perlu menunggu proses lain yang sedang berjalan. Hasan Fawzi menegaskan, proses pemilihan bisa dan harus berjalan sesuai jadwalnya sendiri.

"Seharusnya tidak ya, karena prosesnya sudah harus dimulai sejak beberapa hari kalender untuk persyaratan sejumlah calon sebelum masa berakhir direksi sekarang,"

tuturnya.

Proses lain yang dimaksud adalah rencana demutualisasi BEI. Rencana besar ini masih menunggu penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan turunan dari UU P2SK. Jadi, meski demutualisasi masih dalam antrian, roda kepemimpinan BEI tetap harus berputar.

Di sisi lain, demutualisasi ini punya kaitan dengan rencana strategis lainnya. Setelah BEI tidak lagi dimutualisasi, kepemilikan sahamnya akan terbuka. Bukan hanya Anggota Bursa yang bisa memegang, tapi juga pihak eksternal. Salah satu nama yang sudah disebut adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang diharapkan bisa menjadi pemegang saham.

Singkatnya, transisi kepemimpinan di BEI akan berjalan bertahap. Jeffrey Hendrik memegang tongkat estafet sementara, sementara panggung utama untuk pemilihan definitif baru akan disiapkan dua tahun lagi. Semuanya berjalan sesuai kalender, sambil menunggu perubahan struktur yang lebih besar di kemudian hari.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar