Bursa Efek Indonesia punya kabar baru soal kepemimpinan. Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan, kini ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama. Penunjukan ini berlaku sementara, menunggu proses pemilihan direktur utama yang definitif.
Kapan pemilihan itu digelar? Menurut rencana, bakal terjadi di pertengahan 2026. Hal ini diungkapkan oleh Hasan Fawzi, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa lalu.
"Sesuai jadwal di tahun ini, karena masa berakhirnya masa bakti periode direksi bursa di bulan Juni 2026,"
jelasnya.
Jadi, prosesnya akan mengikuti ritme tahunan BEI. Biasanya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) digelar setiap Juni, bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan pengurus lama. Iman Rachman, yang baru saja mundur akhir pekan lalu, dulu juga ditunjuk melalui mekanisme serupa pada Juni 2022. Masa jabatannya, seperti direksi lainnya, adalah empat tahun.
Nah, yang menarik, pemilihan direksi baru ini disebutkan tidak perlu menunggu proses lain yang sedang berjalan. Hasan Fawzi menegaskan, proses pemilihan bisa dan harus berjalan sesuai jadwalnya sendiri.
Artikel Terkait
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus
Menteri Keuangan Tegaskan: Tidak Akan Ada Lagi Burden Sharing dengan BI
OJK dan BEI Buka Klasifikasi Investor ke 27 Sub-Tipe untuk Pikat MSCI
Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah