Menjelang Natal dan tahun baru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung punya cara unik untuk mendongkrak gairah belanja sekaligus menjaga harga. Dia mengajak seluruh mal dan pusat perbelanjaan untuk berlomba memberikan diskon. Semakin besar potongan harganya, katanya, insentif dari pemerintah akan semakin menarik.
"Untuk menghadapi Natal dan tahun baru yang akan sebentar lagi, saya melombakan semua pusat perbelanjaan untuk memberikan diskon yang sebesar-besarnya," ucap Pramono.
"Yang diskonnya makin besar, pajaknya makin murah," tambahnya. Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara penghargaan di Jakarta Pusat, Rabu lalu.
Menurutnya, strategi ini bukan cuma soal ramai-ramai belanja. Ada target yang lebih besar: menahan laju inflasi. Pramono yakin, daya tarik diskon akan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan pada akhirnya menstabilkan harga.
"Inflasi di Jakarta, kami menargetkan 2,5 sampai 2,7 dan saya yakin pasti akan tercapai," tegasnya.
Namun begitu, inovasi Pemprov DKI tak cuma soal diskon. Pramono juga bercerita tentang masa sulit ketika dana bagi hasil Jakarta dipangkas drastis, nyaris Rp 15 triliun hilang. Situasi itu memaksa mereka berpikir kreatif.
"Apa yang kita lakukan? Melakukan yang disebut dengan creative financing," tuturnya.
Intinya, kata dia, adalah menjaga kualitas pembangunan tanpa membebani anggaran. Caranya? Membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan swasta. Satu contoh nyata ada di halte-halte bus koridor Sudirman-Thamrin.
"Kenapa ada namanya? Bayar. Termasuk semuanya kita lakukan di mana saja," ungkap Pramono tentang kerja sama naming right tersebut.
Jadi, dari diskon besar-besaran hingga pembiayaan kreatif, pemprov berusaha mencari celah di tengah keterbatasan. Semua demi Jakarta, katanya, yang tetap harus bergerak maju.
Artikel Terkait
BPOM Tarik 11 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Senyawa Karsinogenik
Kesaksian Ahli di Sidang Tipikor: Klaim Kerugian Negara Rp2 Triliun dalam Pengadaan Chromebook Runtuh
Tentara Israel Blokir Akses Sistem Darurat Sipil untuk Cegah Kebocoran Data ke Iran
BRI Life Bayar Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026, Rasio Klaim Jauh di Bawah Rata-Rata Industri