Setelah kesehatannya pulih dan panggilan servis dari warga kembali berdatangan, Pi'i justru menghadapi rintangan baru. Tanpa kendaraan pribadi, ia terpaksa menyewa angkutan orang lain untuk mendukung pekerjaannya. Hal ini menggerogoti penghasilannya yang rata-rata Rp130 ribu per hari. Sebagian besar pendapatan itu harus ia sisihkan untuk biaya sewa, menyisakan nominal yang tak seberapa untuk kebutuhan hidupnya dan ketiga anaknya.
"Kadang yang tersisa enggak banyak. Tapi ya disyukuri saja, yang penting masih bisa kerja," ucapnya dengan nada pasrah.
Harapan Baru dari Bantuan ATENSI
Garis terang akhirnya muncul ketika Pi'i ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan ATENSI berupa motor roda tiga dari Sentra Insyaf Medan. Sorak kegembiraan jelas terpancar di wajahnya saat pertama kali menerima dan mencoba kendaraan barunya di halaman sentra tersebut. Bantuan yang diterimanya pada 30 Januari 2026 itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah solusi yang mengubah tata kelola usahanya.
"Alhamdulillah, sekarang enggak perlu sewa lagi. Ini sangat membantu saya," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Dengan motor roda tiga itu, Pi'i kini bisa berkeliling menjemput dan mengantar barang servisan tanpa terbebani biaya tambahan. Ia berharap, efisiensi yang didapatkannya ini dapat meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ke depan, sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan yang tepat sasaran mampu mengembalikan kemandirian dan semangat bekerja para penyandang disabilitas.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Selesai Juni 2026
Deputi KPK Ucapkan Terima Kasih Atas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik MAKI
Warga Belanda Tewas Dianiaya Dua Orang Tak Dikenal di Vila Badung
Anggota DPR Peringatkan WFH Jumat Berisiko Picu Long Weekend