Di Blora, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, suasana duka menyelimuti Dukuh Ngapus. Seorang bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, MA, meninggal dunia setelah petasan besar yang dia temukan meledak tepat di hadapannya. Kejadian tragis ini berlangsung di halaman rumah korban sendiri.
Kapolsek Jiken, AKP Sulbekti, menjelaskan kronologinya. Menurutnya, ledakan mematikan itu terjadi pada Selasa sore, tepatnya sekitar pukul empat.
"Korban dinyatakan meninggal dunia setelah terkena ledakan petasan berukuran besar di halaman rumahnya," ujar Sulbekti.
Namun begitu, benih malapetaka ini sudah ditanam sehari sebelumnya. Ternyata, MA dan dua teman sepermainannya sudah menemukan benda berbahaya itu pada Senin (23/3). Mereka mendapatkan sebuah petasan berukuran tak biasa diameter 10 cm dengan panjang 15 cm di sebuah selokan dekat tower air. Alih-alih melaporkan, petasan itu justru dibawa pulang dan disimpan.
Keesokan harinya, rasa penasaran akhirnya mengalahkan kewaspadaan. MA mengajak kedua temannya, MAA (7) dan FA (9), ke halaman. Dia lalu menyalakan sumbu petasan itu.
Melihat api menyala, kedua temannya lari menjauh sekitar dua meter. Sayangnya, MA sendiri tidak bergerak. Diduga, dia mengira petasan itu sudah tidak bisa menyala atau mungkin macet.
"Tak berselang lama, petasan justru meledak dengan daya ledak cukup kuat hingga mengenai tubuh korban," tutur Kapolsek.
Ledakan itu sungguh keras. Tim Inafis Polres Blora yang turun ke TKP bersama anggota Polsek Jiken kemudian memproses lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh. Namun, penyebab kematian utamanya adalah rusaknya organ dalam akibat tekanan dan dampak ledakan yang hebat.
Kini, selokan di bawah tower air itu telah sepi. Hanya kenangan pilu yang tersisa, mengingatkan betapa sebuah temuan yang dianggap "beruntung" justru berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang anak.
Artikel Terkait
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Selesai
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805 di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Aturan Baru Devisa Ekspor
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Tak Terpantau Akibat Kabut
Hingga Akhir Mei 2026, 13,59 Juta SPT Tahunan Masuk, Karyawan Mendominasi