Anggota DPR Peringatkan WFH Jumat Berisiko Picu Long Weekend

- Kamis, 26 Maret 2026 | 08:20 WIB
Anggota DPR Peringatkan WFH Jumat Berisiko Picu Long Weekend

Rencana pemerintah menerapkan satu hari kerja dari rumah atau WFH dalam seminggu mulai ramai dibahas. Tujuannya jelas: menghemat BBM. Tapi, ada satu hal yang jadi perhatian serius para anggota DPR. Kebijakan ini jangan sampai malah bikin orang makin banyak bepergian, terutama jika hari WFH-nya dipilih sembarangan.

Kekhawatiran terbesar mereka? Jangan sampai hari WFH itu berdekatan dengan hari libur akhir pekan. Kalau tidak, bukannya menghemat, malah bisa berubah jadi ajang "long weekend" yang justru memicu mobilitas.

Muhammad Khozin dari PKB di Komisi II DPR angkat bicara. Ia secara khusus menyoroti opsi WFH di hari Jumat.

"WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan," ujar Khozin, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, pilihan hari itu berisiko besar. Alih-alih di rumah, orang malah bisa memanfaatkannya untuk memulai perjalanan wisata lebih awal. "WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi 'Long Weekend' karena berdekatan dengan akhir pekan," tambahnya.

Ia menegaskan, kebijakan ini harus benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai niat mulia menghemat BBM justru buyar karena orang ramai-ramai jalan di hari yang seharusnya mereka kerja dari rumah.

"Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi," tegas Khozin.

Peringatan serupa datang dari rekan sekomisinya, Ahmad Irawan. Legislator dari Golkar ini sepakat bahwa penentuan hari adalah kunci. Kalau jatuh di Jumat, publik bisa salah paham.

"Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," kata Irawan.

Konsekuensinya? Tujuan awal kebijakan bisa meleset sama sekali. "Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai," ungkapnya.

Lalu, hari apa yang dinilai lebih aman? Irawan punya usulan. Menurut pertimbangannya, Rabu bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal.

"Mengenai usulan hari, sebenarnya WFH paling tepat itu hari Rabu setiap minggunya," jelasnya.

Alasannya sederhana: menghindari mental "nempel-nempel" libur. Kalau Senin, orang cenderung memperpanjang akhir pekan. Kalau Kamis, bisa saja orang mengajukan cuti di Jumatnya, sehingga liburan bisa membentang empat hari dari Kamis hingga Minggu. Rabu, posisinya di tengah, dianggap lebih minim godaan untuk memperpanjang waktu libur.

Jadi, meski pemerintah yang nantinya akan menetapkan, pesan dari DPR jelas. Kebijakan WFH ini perlu kajian matang, terutama soal pemilihan harinya. Agar hemat BBM-nya benar-benar terwujud, bukan malah berujung pada kemacetan di jalan menuju tempat wisata.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar