Di lapangan, suasana mencekam terlihat jelas. Jurnalis AFP yang berada di Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan melaporkan pemandangan yang memilukan. Korban berdatangan, ada yang digotong dengan tandu, ada yang dituntun sambil memegangi luka. Beberapa di antaranya adalah anak-anak.
Relawan dan petugas medis berjibaku. Mereka membantu menurunkan korban dari ambulans dan kendaraan pribadi pakaian mereka sudah basah oleh darah. Bahkan, satu korban sempat diangkut menggunakan bagasi mobil, menunjukkan betapa paniknya situasi saat itu.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar tak tinggal diam. Dia menyebut serangan ini sebagai kejahatan keji yang menodai kemanusiaan dan prinsip Islam.
"Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," tegasnya melalui sebuah postingan di platform media sosial X.
Nada kemarahan dan ketegasan itu jelas. Tapi di balik pernyataan resmi, yang tersisa adalah duka dan pertanyaan: kapan semua ini akan berakhir?
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Anjlom Signifikan, Emas 1 Gram Turun Rp71 Ribu
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS