Agus Suryonugroho menegaskan komitmen untuk mempertahankan standar terbaik yang telah dicapai. Kolaborasi erat antar-instansi, menurutnya, adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem transportasi yang berkeselamatan selama periode mudik. Prinsip ini akan terus dipegang untuk memastikan kesiapan yang matang di semua sektor.
"Hal-hal yang sudah baik akan terus kita pertahankan, dan yang perlu diperbaiki akan kita benahi, tentunya memastikan bahwa jalan arteri dan jalan tol sama-sama berkeselamatan," tuturnya. "Kolaborasi ini menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat," lanjut Irjen Agus.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan laporan kesiapan dari sisi pengelola jalan tol. Pihaknya telah melakukan pengecekan ketat terhadap fasilitas di rest area, baik di jalur A maupun B. Pemeriksaan mencakup kelayakan pengaturan arus kendaraan, area parkir, stasiun pengisian bahan bakar, hingga ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Fasilitas penunjang kenyamanan seperti toilet dan tempat ibadah juga telah dipastikan siap beroperasi. Harapannya, seluruh persiapan ini dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi jutaan pemudik.
"Kami berharap seluruh persiapan dan perbaikan yang telah dilakukan benar-benar dapat memastikan rest area siap digunakan dengan baik oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik yang akan datang," pungkas Rivan.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup