Anthony Albanese menggarisbawahi bahwa kunjungannya kali ini, meski singkat, merupakan bukti nyata dari kedekatan hubungan Indonesia dan Australia. Frekuensi kunjungannya yang sudah kelima kali sejak menjabat, menurutnya, bukanlah hal yang biasa.
"Dan itu menunjukkan betapa eratnya hubungan kita. Dan hari ini dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada dan itu sangat penting," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, PM Albanese menyiratkan harapan untuk dapat menghabiskan waktu lebih lama di Indonesia pada kunjungan-kunjungan mendatang, menandakan komitmen berkelanjutan untuk menjalin kerja sama.
"Bahwa ini adalah kunjungan singkat tetapi kunjungan penting. Dan kunjungan berikutnya akan jauh lebih lama," lanjutnya.
Rangkaian Acara di Istana Merdeka
Rangkaian acara resmi dimulai pagi itu ketika PM Albanese tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB. Presiden Prabowo langsung menyambutnya, kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan kenegaraan yang khidmat. Upacara tersebut diisi dengan lagu kebangsaan kedua negara, "Indonesia Raya" dan "Advance Australia Fair", serta prosesi perkenalan delegasi dari kedua belah pihak.
Di sisi Indonesia, pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka mempertegas bobot dan arti strategis dari pertemuan bilateral ini bagi masa depan hubungan kedua negara tetangga.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup