Menurut Cholil, respons Prabowo terhadap paparannya cukup jelas. Presiden konon tak ingin Indonesia malah melegitimasi aksi penjajahan, atau sekadar jadi pelengkap penderita.
"Iya, beliau merespons yang saya sampaikan. Merespons, saya bilang, jangan sampai kita melegitimasi terhadap penjajahan itu dan kita hanyalah menjadi pelengkap," lanjut Cholil.
Nah, dari situlah kemudian Prabowo menyatakan sikapnya. Intinya, jika Board of Peace itu nanti kebijakannya tidak sesuai, Indonesia akan mengambil sikap abstain. Bahkan, Presiden siap keluar sama sekali dari forum tersebut.
"Kata Pak Presiden, ketika itu kebijakan kemudian ada langkah yang tidak sesuai, kami akan abstain dan absen. Abstain dan absen," ujar Cholil menirukan.
"Kemudian ketika memang itu tidak cocok dan tidak bisa melakukan apa-apa, beliau siap keluar dari BoP itu."
Jadi, apa langkah selanjutnya? Pemerintah akan mencermati dulu perkembangan dalam beberapa waktu ke depan. Sikap abstain akan diambil di setiap agenda yang dinilai bertentangan dengan konstitusi. Tapi jika kehadiran Indonesia ternyata tak memberi pengaruh apa-apa, mundur adalah opsi yang sudah dijanjikan.
"Ya kita minta mundur kalau tidak berpengaruh. Kalau bisa berpengaruh kita lihat dulu beberapa waktu ke depan, apakah memang ada perubahan dari masuknya Indonesia," jelas Cholil.
"Ketika memang tidak bisa melakukan perubahan, Pak Presiden sudah janji mau keluar. Jadi absen, abstain ketika kegiatan itu tidak sesuai dengan konstitusi kita, dan jika tidak berpengaruh maka akan keluar."
Artikel Terkait
Seif Al-Islam Khadafi Tewas Diserbu Komando di Kediamannya
DPRD Se-Indonesia Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat