Di tengah tren penurunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belakangan ini, ada satu peringatan serius yang dilontarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka mewanti-wanti bahwa tahun 2027 berpotensi menjadi tahun yang berat. Siklus musim kering empat tahunan diprediksi bakal kembali terjadi, dan itu artinya ancaman karhutla besar bisa muncul lagi.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Senayan, Selasa lalu. Suharyanto mengakui, secara umum situasinya memang membaik.
"Bencana hidrometeorologi kering atau Karhutla. Data kami dari 2015 sampai 2025 menunjukkan penurunan terus, baik jumlah kejadian maupun luas lahan yang terbakar. Tentu ini berkat kerja sama semua pihak," ujar Suharyanto.
Namun begitu, dia tak mau semua pihak lengah. Ada satu titik di masa depan yang perlu diwaspadai betul: 2027.
"Tantangan cuaca buat kami bukan di 2024, 2025, atau 2026, melainkan di 2027. Kenapa? Karena di tahun itulah siklus empat tahunan musim kering diperkirakan terjadi," jelasnya tegas.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Bertabayyun ke MUI Usai Polemik Mens Rea
Tiga Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Meski Fase Pemulihan Sudah Dimulai
Setelah Dengar Janji Prabowo, MUI Balik Arah Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian
Jembatan Baru di Sri Meranti: Dari Kayu Lapuk Jadi Beton Kokoh untuk 250 Keluarga