Gugatan hukum pun diajukan, dengan tuntutan ganti rugi yang jumlahnya bikin orang mengernyit. Bagi banyak pengkritik, ini jelas bukan sekadar perkara hukum. Mereka melihatnya sebagai bagian dari kampanye tekanan sistematis terhadap universitas-universitas yang dianggap beraliran liberal.
Sebelumnya, ada preseden yang sudah terjadi. Universitas Columbia, sesama anggota Ivy League yang bergengsi, ternyata sudah menyetujui kesepakatan dengan pemerintahan Trump musim panas lalu. Mereka setuju membayar 200 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,3 triliun.
Tak cuma soal uang, Columbia juga berjanji mematuhi aturan yang melarang pertimbangan ras dalam proses penerimaan mahasiswa dan perekrutan. Sekarang, semua mata tertuju pada Harvard. Apakah kampus legendaris itu akan mengikuti jalan yang sama, atau justru bertahan dan melanjutkan pertarungan di pengadilan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Terlalu Murah Bikin Tersenyum di Sidang Korupsi Laptop Triliunan
Gus Yahya Beberkan Alasan Prabowo Masuk Board of Peace untuk Palestina
BNPB Targetkan Korban Bencana Sumatera Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan
Dokumen Epstein Dibuka, Jaringan Tokoh Papan Atas Terkuak