Dalam pernyataannya, pengadilan menegaskan jumlah uang yang terlibat "sangat besar". Akibatnya, kata mereka, tindakan mantan pejabat itu telah menyebabkan "kerugian yang sangat serius" bagi negara dan kepentingan publik.
Tak hanya hukuman penjara, konsekuensinya bertambah. Tang dicabut hak politiknya untuk selamanya. Semua harta kekayaannya yang terkait kasus ini juga disita oleh negara.
Ini merupakan kejatuhan dramatis bagi seorang politisi yang kariernya pernah melesat. Di usianya yang ke-64, Tang menghabiskan lebih dari tiga puluh tahun berkarier di Zhejiang. Dari sana, ia merangkak naik hingga menjadi wakil kepala partai di provinsi tersebut. Lalu, ia sempat memimpin sebagai gubernur Liaoning sebelum akhirnya menduduki kursi menteri kehakiman pada 2020.
Namun begitu, puncak kariernya tak bertahan lama. Awal keruntuhannya dimulai pada April 2024, ketika ia resmi diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum istilah halus yang sering merujuk pada korupsi. Tak lama setelah itu, partai pun membersihkan barisannya. Tang dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis China di tahun yang sama.
Artikel Terkait
Kejagung Pacu Interpol Terbitkan Red Notice untuk Dua Buronan Kasus Korupsi
Asap Hitam Membubung di Langit Teheran, Pasar Jannat Abad Dilalap Si Jago Merah
DPR Soroti Tren Whip Pink di Kalangan Remaja, Desak BNN Bertindak Tegas
Prabowo di Davos: Strategi Hedging Indonesia di Panggung Gaza