"Kita berharap, saat melaksanakan Operasi Lancang Kuning 2026 ini akan turun dari sebelumnya," kata Hengki.
Di sisi lain, statistik kecelakaan pada periode operasi tahun lalu relatif rendah, tercatat tiga kejadian dengan satu korban meninggal. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus maksimal.
Untuk operasi kali ini, Polda Riau mengerahkan 1.136 personel. Pola penindakannya pun diubah. Mereka akan lebih mengedepankan tilang elektronik (e-TLE) dan mobile, yang ditargetkan mencakup 95 persen dari total tindakan, sisanya berupa teguran langsung.
Nah, berikut sembilan sasaran prioritas yang akan diawasi ketat selama Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026:
- Kendaraan roda dua atau empat yang memakai knalpot brong.
- Truk yang diubah tidak sesuai pabrikan atau ditambah panjangnya melampaui spektek.
- Kendaraan pribadi yang seenaknya memasang sirene, rotator, atau strobo.
- Plat nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan.
- Mobil pribadi yang disalahgunakan jadi angkutan travel.
- Kendaraan angkutan barang yang malah digunakan untuk mengangkut orang.
- Angkutan umum yang kondisi fisiknya sudah tidak laik jalan.
- Pengendara motor yang tidak pakai helm atau boncengan lebih dari satu orang.
- Kendaraan pengunjung wisata yang parkir sembarangan di bahu jalan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka