Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pusat yang berkumpul di Sentul, Jawa Barat, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan seruan yang tegas. Intinya satu: bersatu melawan kemiskinan. Ia mengajak semua pihak, dari latar belakang dan partai mana pun, untuk turun tangan. "Kita harus berjuang bersama-sama," tegasnya.
Namun begitu, Prabowo tak menampik adanya suara-suara pesimis di tengah upaya itu. Ia bahkan terlihat geram dengan kelompok yang kerap meragukan target pemerintah.
"Kita tidak boleh mengatakan 'aduh apa bisa?' 'apa mampu?'" ujarnya, dengan nada tinggi.
Lalu ia menyindir, "Karena di sini banyak kelompok, ada kelompok-kelompok 'apa bisa' 'apa mampu', selalu menimbulkan keraguan-keraguan. Ini orang Indonesia atau orang apa ini? Saya bingung."
Di sisi lain, Prabowo juga menyentil sebuah fenomena unik di Indonesia: banyaknya istilah untuk menyebut kondisi miskin. Menurutnya, kita sering tak mau mengakui keadaan secara gamblang.
"Kita enggak mau bilang miskin, enggak enak," katanya. Alhasil, muncul sebutan seperti 'pra sejahtera' atau 'hampir miskin'. Ia juga menyoroti istilah aspiring middle class kelas menengah yang masih dalam angan untuk menggambarkan orang miskin yang sedang berusaha naik kelas.
Meski terkesan berbelit, Prabowo mengapresiasi upaya Badan Pusat Statistik (BPS) mencari istilah-istilah itu. "Saya mengerti, saudara-saudara tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia," ucapnya.
Target besarnya jelas. Dalam sebuah kesempatan lain di Banjarbaru, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Kelompok yang masuk dalam desil 1 dan 2, lapisan terendah, ditargetkan terbebas paling lambat pada 2029.
"Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem bisa kita ubah nasibnya," tuturnya penuh keyakinan. "Saya percaya itu bisa terjadi."
Optimisme itu tak berhenti di situ. Prabowo juga meyakini Indonesia punya modal untuk bangkit. Menurutnya, rekam jejak prestasi yang ada bisa menjadi pijakan menuju negara maju dan sejahtera.
"Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi," serunya. Itulah harapan yang ia gantungkan, sembari mengajak semua pihak untuk tak menyerah pada kesulitan.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020