Gosip transfer pemain diaspora ke liga dalam negeri lagi-lagi ramai. Kali ini, nama Mauro Zijlstra yang jadi sorotan. Penyerang muda Timnas Indonesia itu dikabarkan bakal segera angkat koper dari Belanda dan menuju Jakarta. Rupanya, langkahnya sudah di depan mata.
Media Belanda, VoetbalPrimeur, yang pertama kali memberitakan. Menurut mereka, Zijlstra siap putuskan hubungan dengan FC Volendam. Alasannya klasik: dia butuh tantangan baru. Dan tantangan itu ada di Indonesia.
Padahal, kontraknya masih panjang, hingga 2027. Tapi apa mau dikata, kesempatan main di tim utama boleh dibilang nol besar. Sepanjang musim ini, Zijlstra lebih sering menghangatkan bangku cadangan tim U-21. Belum sekalipun dia mencicipi menit bermain di level senior. Situasi yang tentu bikin frustrasi bagi pemain berusia 21 tahun itu.
Nah, di sisi lain, Persija Jakarta tampaknya tidak mau melewatkan kesempatan. Manajemen Macan Kemayoran disebut sudah siap-siap dengan kontrak 2,5 tahun. Jika semua beres, Zijlstra akan terikat hingga Juli 2028. Tinggal satu tahap lagi: tes medis. Itu yang akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum semua final.
Buat Zijlstra, pindah ke Persija bukan cuma sekadar pulang kampung. Ini langkah penting buat masa depannya di Timnas. Main secara rutin di liga yang kompetitif adalah kunci. Hanya dengan begitu, posisinya di bawah pelatih John Herdman bisa tetap aman.
Dia pun akan jadi tambahan baru untuk daftar pemain naturalisasi di Super League. Namanya menyusul rekan-rekannya seperti Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven yang sudah lebih dulu merasakan panasnya persaingan sepak bola Indonesia.
Zijlstra sendiri sudah tiga kali membela Garuda sejak resmi jadi WNI di Juli 2025. Kehadirannya di Persija diharapkan bisa memberi suntikan tenaga untuk lini serang yang sedang berjuang di papan atas.
Sinergi Persija dan Timnas Semakin Kuat
Hubungan mesra antara Persija dan Timnas Indonesia ternyata nggak cuma soal pemain. Baru-baru ini, pelatih John Herdman merekrut analis pertandingan Persija, Dzikry Lazuardi, untuk masuk ke dalam staf kepelatihannya.
Dzikry resmi pamit setelah membantu Persija menang 2-0 atas Persita, akhir Januari lalu. Langkah Herdman ini jelas punya pesan: dia serius memanfaatkan sumber daya lokal yang berkualitas dari klub-klub top.
Jadi, kedatangan Zijlstra dan ditariknya staf Persija ke Timnas ini seperti dua sisi mata uang yang sama. Semuanya menunjukkan peran strategis Persija dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih solid.
Kini, tinggal menunggu proses transfernya rampung. Jika tak ada aral melintang, publik Jakarta segera bisa menyaksikan aksi Mauro Zijlstra. Dan tentu, menanti momen ketika bola mendarat di jala gawang lawan, dari kaki sang striker baru berjuluk Macan itu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Hadapi Ancaman Pembajakan dari Lion City Sailors dalam Perburuan Ronald Koeman Jr
Duel Persija vs Persib Resmi Pindah ke Samarinda, Jakmania Boleh Hadir Bobotoh Dilarang
David da Silva Cetak Rekor Top Skor Tertua Liga 1 di Usia 36 Tahun
Persaingan Tiga Klub Besar Memanas: Victor Dethan Dikabarkan Sepakat dengan Persija, Persebaya Buru Eksodus Pemain PSM