Angkanya sungguh mencengangkan. Sejak Oktober tahun lalu, lebih dari seribu warga Palestina telah tewas di Tepi Barat akibat aksi militer Israel. Ini terjadi di lokasi yang terpisah sama sekali dari konflik mengerikan yang melanda Gaza.
Yang bikin pilu, 217 di antaranya adalah anak-anak. Mereka seharusnya masih bermain, bukan menjadi korban.
Laporan ini datang dari B'Tselem, lembaga HAM Israel yang selama ini dikenal kritis. Menurut mereka, situasi di Tepi Barat makin hari makin runyam saja.
"Situasi di Tepi Barat terus memburuk dari hari ke hari dan akan terus memburuk. Pasalnya, tidak ada mekanisme internal maupun eksternal yang bisa menghentikan Israel atau menghentikan kebijakan pembersihan etnis yang sedang berlangsung."
Pernyataan itu terdengar putus asa, tapi itulah kenyataan yang mereka saksikan di lapangan.
Buat yang belum familiar, B'Tselem ini adalah Pusat Informasi Israel untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan. Mereka sudah berdiri sejak 1989, cukup lama untuk memahami dinamika konflik yang rumit ini.
Fokus utama mereka sederhana tapi berat: mendokumentasikan setiap pelanggaran HAM di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Wilayah-wilayah yang masih jadi rebutan itu.
Sumber: Jonathan Cook (@Jonathan_K_Cook), 23 November 2025
Artikel Terkait
DPR: Regulasi Jangan Matikan Sektor Swasta yang Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Polisi Tangkap Pria di Makassar yang Aniaya Ayah Kandung Gegara Uang Judi Online Tak Dipenuhi
Gua Leang Passea di Bulukumba Simpan Jejak Peradaban dan Manik-Manik dari India Selatan
Resep Sop Konro Makassar, Hidangan Iga Sapi Berkuah Kluwek yang Kaya Rempah