Menyongsong bulan Ramadan, Polda Riau kembali menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning. Tahun ini, operasi yang dimulai hari Senin (2/1) itu punya target jelas: menekan angka pelanggaran dengan memfokuskan penindakan pada sembilan prioritas.
Apel pasukan digelar di Mapolda Riau. Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, dengan tegas menyebutkan poin pertama yang jadi sasaran.
"Satu: ranmor roda dua dan roda empat yang tidak sesuai pabrikan atau knalpot brong," ujarnya.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pejabat, mulai dari Dirlantas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika, perwakilan Kejati Riau, Pemprov Riau, hingga jajaran TNI. Mereka bersiap mengawal operasi yang bakal berlangsung hingga pertengahan Februari 2026 ini.
Selain knalpot brong, truk yang dimodifikasi sembarangan juga jadi incaran. Modifikasi yang tidak sesuai spektek pabrikan, apalagi menambah dimensi kendaraan, dinilai membahayakan keselamatan. Menurut Hengki, semua ini bertujuan menciptakan keamanan yang lebih baik di jalan raya, terutama sebagai persiapan menyambut Operasi Ketupat Lancang Kuning nantinya.
Harapannya jelas: angka pelanggaran bisa ditekan. Data tahun lalu cukup menjadi perhatian. Operasi Lancang Kuning 2025 mencatat tidak kurang dari 31.244 tindakan pelanggaran.
Artikel Terkait
Masjid Jadi Titik Terang di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua
Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Jadi Sorotan Gedung Putih
KPK Periksa Penilai Pajak dan Staf Perusahaan Terkait Dugaan Suap di Kantor Pajak Jakarta Utara
KPK Panggil Tiga Pejabat Daerah Terkait Kasus Jual Beli Jabatan di Pati