Hujan deras yang mengguyur Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, selama dua hari berturut-turut akhirnya memicu tragedi. Pada Jumat, 24 Januari lalu, material tanah dan batu dari lereng curam tiba-tiba meluncur. Puluhan rumah roboh, dan korban jiwa berjatuhan. Bagi warga yang selamat, kehidupan berubah drastis dalam sekejap. Mereka terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang sudah hancur.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang berat itu, ada secercah perhatian yang datang. Relawan dari Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) turun tangan membersihkan masjid di lokasi pengungsian. Kenapa masjid? Tempat ibadah ini ternyata punya peran ganda yang krusial.
Selain untuk salat, masjid itu menjadi pusat aktivitas warga. Tempat berkumpul, berbagi cerita, dan juga lokasi penyaluran bantuan. Makanya, menjaga kebersihannya bukan cuma soal kerapian. Itu soal menjaga semangat dan kenyamanan di tengah situasi yang serba darurat.
Di sisi lain, bantuan logistik juga terus mengalir. BRI, lewat program CSR-nya BRI Peduli, bergerak cepat menyalurkan bantuan. Sembako, survival kit, obat-obatan, sampai pakaian layak pakai didistribusikan langsung oleh relawan mereka melalui unit kerja terdekat. Bantuan ini diprioritaskan untuk warga yang terdampak paling parah.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen perusahaan dalam merespon bencana.
"Kami memastikan masyarakat terdampak longsor di Cisarua Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka dan mempercepat pemulihan pascabencana," ungkap Dhanny, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Namun bantuan tak cuma soal barang. Ada aspek lain yang tak kalah penting: pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak. Untuk itu, BRI Peduli berkolaborasi dengan YBM BRILiaN menggelar kegiatan trauma healing. Lewat pendekatan bermain yang edukatif, mereka berusaha mengembalikan senyum dan rasa aman di hati anak-anak yang tentunya masih trauma.
Menurut Dhanny, sinergi dengan berbagai pihak adalah kunci.
"Kami pastikan bahwa BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia, serta membantu mempercepat pemulihan pascabencana," pungkasnya.
Jadi, di balik reruntuhan dan duka di Desa Pasirlangu, ada upaya kolektif yang berjalan. Dari membersihkan masjid hingga mengobati luka batin, semuanya bertujuan satu: meringankan beban dan mengembalikan harapan, langkah demi langkah.
Artikel Terkait
Persija Kalahkan Persijap 2-0, Jarak dengan Persib di Puncak Klasemen Masih Tujuh Poin
Tembok Penahan Tanah Longsor di Cianjur, Satu Pekerja Tewas Tertimbun
Tembok Penahan Tanah Longsor di Puncak Cianjur, Satu Buruh Tewas Tertimbun
Persijap Jepara Takluk 0-2 dari Persija, Pelatih Mario Lemos Akui Taktik Gagal