Anggota DPR Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM untuk Cegah Panic Buying

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:25 WIB
Anggota DPR Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM untuk Cegah Panic Buying

Berita soal cadangan BBM nasional yang cuma cukup untuk 20 hari belakangan ini bikin resah. Di tengah situasi Timur Tengah yang memanas gara-gara serangan AS dan Israel ke Iran, pernyataan itu seperti menyulut kepanikan. Rivqy Abdul Halim, Ketua Kelompok Fraksi PKB di Komisi VI DPR, angkat bicara. Ia mendesak Pertamina untuk segera memberi penjelasan yang jelas dan menyeluruh ke publik. Tujuannya satu: mencegah keresahan yang nggak perlu.

"Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM,"

kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu lalu.

Menurutnya, sistem pencadangan BBM kita itu kompleks. Nggak bisa dilihat hitam putih. Kapasitas kita sangat bergantung pada dua hal: ketersediaan dana dan fasilitas penyimpanan yang memadai. Makanya, pernyataan soal cadangan bakal habis dalam waktu tertentu itu nggak bisa ditelan mentah-mentah.

"Sepemahaman saya, kapasitas pencadangan kita memang sangat bergantung pada kemampuan dana dan fasilitas untuk menyimpan. Jadi pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah cadangan BBM kita akan habis dalam waktu tertentu,"

jelasnya lagi.

Di sisi lain, sebagai operator utama, Pertamina dinilai harus lebih proaktif. Rivqy menekankan, penjelasan yang komprehensif itu penting banget. Tanpa itu, yang ada cuma panic buying di mana-mana. Situasi seperti ini malah berpotensi memicu konflik horizontal yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat sendiri.

"Saya berharap Pertamina juga ikut memberi penjelasan kepada masyarakat agar kepanikan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas,"

tuturnya.

Kepanikan itu bukan isapan jempol belaka. Di Aceh Tengah, misalnya, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU dan Pertashop. Videanya sempat viral di media sosial. Banyak warga datang bawa jeriken berbagai ukuran, antri buat beli BBM lebih banyak dari biasanya.

Nggak cuma di SPBU, pedagang eceran pun kebanjiran permintaan. Minyak ditampung di jeriken-jeriken itu.

Kondisi serupa terjadi di Banda Aceh. Bedanya, antrean di lima SPBU di kota ini didominasi kendaraan roda dua dan empat. Antreannya mengular sampai ke badan jalan, bikin arus lalu lintas sekitar jadi tersendat dan macet ringan. Situasinya benar-benar riuh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar