Berita soal cadangan BBM nasional yang cuma cukup untuk 20 hari belakangan ini bikin resah. Di tengah situasi Timur Tengah yang memanas gara-gara serangan AS dan Israel ke Iran, pernyataan itu seperti menyulut kepanikan. Rivqy Abdul Halim, Ketua Kelompok Fraksi PKB di Komisi VI DPR, angkat bicara. Ia mendesak Pertamina untuk segera memberi penjelasan yang jelas dan menyeluruh ke publik. Tujuannya satu: mencegah keresahan yang nggak perlu.
"Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM,"
kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu lalu.
Menurutnya, sistem pencadangan BBM kita itu kompleks. Nggak bisa dilihat hitam putih. Kapasitas kita sangat bergantung pada dua hal: ketersediaan dana dan fasilitas penyimpanan yang memadai. Makanya, pernyataan soal cadangan bakal habis dalam waktu tertentu itu nggak bisa ditelan mentah-mentah.
"Sepemahaman saya, kapasitas pencadangan kita memang sangat bergantung pada kemampuan dana dan fasilitas untuk menyimpan. Jadi pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah cadangan BBM kita akan habis dalam waktu tertentu,"
jelasnya lagi.
Artikel Terkait
Polisi Kejar Wanita Pelaku Pencurian Uang Takziah di Kramat Jati
Muswil PPP Sulawesi Tengah Berjalan Mulus, Bentuk Formatur Baru
Napoli Kalahkan Torino 2-1, Kokoh di Posisi Ketiga Klasemen
Israel Klaim Lancarkan Serangan Balasan Skala Luas ke Teheran