Lewat unggahan di Truth Social, Donald Trump mengumumkan keputusan penting terkait Iran. Mantan Presiden AS itu bilang, serangan yang sudah disiapkan bakal ditunda dulu. Ini respons atas permintaan dari Pakistan.
Menurut Aljazeera, Rabu (22/4/2026), permintaan itu datang langsung dari pimpinan militer dan pemerintahan Pakistan. Trump tampaknya memberi ruang bagi Iran yang dinilainya sedang berantakan internalnya.
"Melihat pemerintah Iran yang carut-marut hal yang wajar dan atas permintaan Marsekal Asim Munir serta PM Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan. Penundaan ini sampai para pemimpin Iran bisa menyatukan suara dan mengajukan proposal yang jelas,"
begitu bunyi pernyataannya.
Meski serangan ditahan, Trump menegaskan militernya nggak akan lengah. Blokade tetap berjalan, pasukan dalam kondisi siaga penuh. Gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal Iran masuk dan perundingan putaran kedua selesai.
"Saya perintahkan militer untuk terus menjaga blokade dan tetap waspada. Gencatan senjata diperpanjang sampai proposal mereka diajukan dan pembicaraan diselesaikan, entah hasilnya seperti apa,"
lanjut Trump.
Di sisi lain, situasinya masih menggantung. Pihak Pakistan sebagai mediator mengaku belum dapat konfirmasi resmi dari Tehran soal kehadiran mereka di perundingan lanjutan. Attaullah Tarar, Menteri Informasi Islamabad, lewat akun X-nya menyebut mereka masih menunggu.
"Tanggapan resmi Iran tentang konfirmasi delegasi untuk Perundingan Perdamaian di Islamabad masih kami tunggu,"
tulis Tarar, seperti dilaporkan AFP, Selasa (21/4/2026).
Waktunya memang mepet. Gencatan senjata yang disepakati tinggal hitungan jam lagi. Keputusan Iran sekarang jadi penentu apakah diplomasi bisa jalan, atau situasi kembali memanas.
Sebelumnya, Trump sempat bersuara lantang. Dia merasa AS punya posisi tawar sangat kuat jelang putaran kedua negosiasi yang rencananya digelar di Islamabad itu.
"Kita akan dapat kesepakatan bagus. Mereka sebenarnya nggak punya pilihan lain... Posisi kita sangat kuat,"
katanya pada CNBC.
Gencatan senjata antara Iran dengan AS dan Israel sendiri mulai berlaku 8 April. Menurut Gedung Putih, masa berlaku itu dijadwalkan berakhir Rabu malam waktu Washington. Nah, sekarang semua mata tertuju pada respons Tehran.
Artikel Terkait
Kasus Suap Impor Bea Cukai Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola Sistem
DPR Tolak Wacana PPN Jalan Tol, Pemerintah Tegaskan Masih Tahap Kajian
Jasa Raharja Dorong Kemandirian Perempuan Korban Kecelakaan Lewat Program Pemberdayaan
Gibran Beri Voucher Belanja ke 100 Janda Papua di Hari Kartini