Namun begitu, di balik angka-angka itu, ada aspirasi warga yang mengemuka. Kepada Richard, masyarakat berharap setiap titik huntara dilengkapi tempat ibadah dan taman bermain. Mereka juga minta tambahan sumur bor untuk memastikan kecukupan air bersih. Menanggapi hal ini, Wakasatgas pun memberi arahan, menunjukkan instansi pusat mana yang perlu dikoordinasikan.
Lain cerita di Tapanuli Tengah. Pembangunan 106 unit huntara di sana sudah rampung seluruhnya. Terdiri dari 67 unit rusunawa, 15 unit di Asrama Haji Pinangsori, lalu 12 unit di Tukka dan 12 unit lagi di Muara Sibuntuon.
Dalam diskusi, muncul usulan menarik. Ada lahan milik PT Mujur Timber yang izinnya telah dicabut. Warga dan pejabat mengusulkan agar lahan itu dimanfaatkan untuk huntara bahkan huntap. Richard merespons dengan meminta bupati segera menyurati Ketua Tim Pengarah Satgas PKH dan Kasatgas PRR, dengan tembusan ke pejabat terkait.
Masalah lain yang mengemuka adalah persawahan yang rusak. "Masyarakat berharap program cetak sawah yang pernah dijanjikan benar-benar dilaksanakan," ujar Richard. Harapan mereka, program itu tidak diganti begitu saja dengan optimalisasi lahan atau oplah yang sudah berjalan.
Di Kabupaten Humbahas, situasinya agak berbeda. Pembangunan huntara di sana belum juga dimulai. Meski demikian, Pemda setempat mengklaim telah menyiapkan lahannya.
Persoalan lain yang mengganjal adalah pekerjaan jalan baru dan perbaikan jembatan. Rupanya, pekerjaan vital itu belum masuk dalam agenda rehab-rekon. Richard langsung meminta Dirjen Bina Marga menindaklanjuti, agar bisa dimasukkan ke program Inpres jalan daerah.
Kunjungan lapangan ini bagian dari tugasnya sebagai Kasum NI ke wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Rombongan awalnya mendarat dengan helikopter di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Usai makan siang, mereka meninjau dapur umum yang menjadi penopang logistik warga terdampak.
Perjalanan dilanjutkan ke Desa Hutanabolon, untuk melihat kondisi SD Hutanabolon 2 yang porak-poranda diterjang bencana. Dari sana, rombongan bergerak ke Desa Sigiring-Giring. Di sana, Satgas Gulbencal Kodam I/BB sedang getol membangun jembatan untuk memulihkan akses warga. Setelah puas melihat langsung, mereka kembali ke GOR Pandan dan terbang menggunakan helikopter menuju Helipad Humbahas. Satu hari yang padat, menyusuri jejak pemulihan yang masih panjang.
Artikel Terkait
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden
Kasus Hogi Minaya Ditutup, Kejari Sleman: Demi Kepentingan Hukum
Tiga TKA China Jadi Tersangka Pengeroyokan Pekerja Lokal di Tambang Kolaka
Polisi Akhiri Penyidikan, Kasus Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah Dinyatakan Non-Pidana