Kabupaten Aceh Tamiang kembali berbenah. Pasca diterjang banjir bandang dan tanah longsor, wilayah itu kini mendapat suntikan tenaga dari para calon pemimpin Polri. Ratusan taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dikerahkan dalam sebuah latihan integrasi yang tak biasa. Mereka tak hanya berlatih, tapi terjun langsung membantu pemulihan.
Program ini bernama Latsitardus 2026. Tujuannya jelas: mempercepat rehabilitasi daerah yang porak-poranda.
Danyon Taruna TK 3 Akpol, AKBP Evon Fitrianto, menjelaskan alasan pemilihan lokasi.
"Latsitardus kita diarahkan ke Aceh Tamiang, dengan harapan mempercepat pemulihan dan rehabilitasi warga masyarakat," ujar Evon, Kamis lalu.
Ia menegaskan, langkah ini selaras dengan program pemerintah untuk pemulihan Aceh pasca bencana. "Memang membutuhkan tenaga di sini," tambahnya.
Namun begitu, misi mereka lebih dari sekadar kerja fisik. Evon menyebut, latihan ini dirancang untuk membentuk empati dan kepekaan sosial para taruna. Mereka diharapkan hadir bukan sebagai simbol, tapi sebagai solusi nyata di tengah masyarakat yang sedang terluka.
"Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat," tegasnya.
Inilah, menurutnya, wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan betul-betul berorientasi pada pelayanan.
Di lapangan, kerja mereka terbagi dalam dua sasaran. Sasaran fisik jelas terlihat: normalisasi jalan yang ambles, pembersihan lumpur dan material kayu dari pemukiman warga, hingga rekonstruksi awal untuk rumah, sekolah, dan rumah ibadah yang rusak. Alat berat pun dikerahkan untuk pekerjaan-pekerjaan berat.
Sementara itu, di sisi nonfisik, upayanya lebih halus namun tak kalah penting. Mereka memberikan trauma healing, mengelola dapur umum sambil memberi edukasi gizi, hingga membantu sekolah-sekolah darurat. Bahkan, ada juga bantuan sosial dan kegiatan mengaji, mengingat beberapa taruna merupakan tahfiz Al-Qur'an.
"Edukasi bagi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pasca bencana," sambung Evon.
Lokasi kegiatannya tersebar di sejumlah titik vital. Mulai dari SD Inpres Kota Lintang, beberapa TK, polindes, kantor datuk, hingga ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Cut Mutia dan pemukiman di Desa Amalia. Pasar Bawah Kuala Simpang juga jadi salah satu fokus.
Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Evon melaporkan, beberapa fasilitas seperti masjid dan fasilitas kesehatan sudah bersih dan bisa digunakan. Meski begitu, sebagian besar pekerjaan masih berjalan, dengan banyak lokasi baru terselesaikan sekitar lima puluh persen.
"Mudah-mudahan bisa membantu percepatan pemulihan di Aceh, terutama Aceh Tamiang," pungkasnya penuh harap.
Di balik seragam dan latihan militer, yang terjadi di Aceh Tamiang adalah sebuah aksi nyata. Para taruna itu tak hanya mempelajari peta, tapi juga merasakan langsung denyut nadi masyarakat yang mereka layani. Dan bagi warga yang terdampak, kehadiran mereka mungkin adalah secercah harapan yang sangat dibutuhkan untuk bangkit kembali.
Artikel Terkait
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Praktik Facelift Ilegal di Pekanbaru, 15 Orang Jadi Korban
Militer Israel Kepung Armada Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional Dekat Yunani
TNI Bantah Keras Kabar Penyerangan di Koramil Dekai, Tegaskan Hoaks
Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian KRL Usai Kecelakaan di Bekasi