Krisis air bersih di Padang ternyata belum juga menemui titik terang. Kritik pun mengalir deras ke pemerintah kota, yang dinilai terlalu lamban bergerak. Padahal, warga sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda.
Di sisi lain, Wali Kota Padang, Fadly Amran, punya penjelasan sendiri. Menurutnya, upaya penanganan sedang berjalan. Dari yang awalnya cuma mengajukan lima titik, sekarang usulan pembangunan sumur bor sudah membengkak jadi 264 titik di seluruh kota.
"Rapat itu kita inisiasi 5 hari lalu," ujar Fadly kepada wartawan, Selasa (28/1/2026).
Ia mengakui, cara-cara sebelumnya seperti penyaluran lewat tangki air sepertinya tak lagi memadai. "Baru pas rapat itulah ide sumur bor muncul," tambahnya.
"Kepala Balai bilang ajukan saja sebanyak-banyaknya, hari ini saya kirimkan. Tapi kita mesti tahu juga dari Balai kapan bisa menyelesaikan tersebut," sambung dia.
Fadly menegaskan bahwa kekeringan parah ini sebenarnya baru terjadi pekan lalu. Langkah darurat dengan mobil tangki PDAM langsung dijalankan. Namun, untuk solusi yang lebih permanen, ia berharap ada kerja sama. Tak cuma dengan Pemprov Sumbar, tapi juga dengan pemerintah pusat. Ia tak mau masalah ini berlarut-larut.
"Kita bekerja sama tanpa saling tunjuk menunjuk, sekarang datanya sudah ada, nanti what next?" ucapnya.
"Kalau saran saya kita sharing saja dari Balai berapa, Kota berapa, Provinsi berapa, karena kalau dari kota saja kan nggak kuat," jelas Fadly.
Artikel Terkait
BMKG Tegaskan: Teknologi Tak Mampu Bubarkan Siklon, Fokus Beralih ke Mitigasi Darat
Bareskrim Ungkap Jaringan SMS Phising Berkedok e-Tilang, Tiga Tersangka Diamankan
Iran Bantah Klaim Trump: Kami Tak Pernah Minta Negosiasi
Nasihat Guru Berujung Laporan Polisi, Orang Tua Murid Tuntut Permintaan Maaf Publik