Usulan ratusan sumur bor itu rencananya akan dibangun di beberapa kecamatan, seperti Kuranji, Padang Timur, Nanggalo, hingga Pauh dan Lubukilangan. Tapi, apakah usulan itu sudah cukup cepat?
Menurut Wahyu Hidayat, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, jelas-jelas tidak. Ia dengan tegas mengkritik kelambanan Fadly dan jajarannya. Persoalannya, kata dia, ada pada data. Pemerintah pusat lewat Kepala Balai PBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, sebenarnya sudah menawarkan pembangunan 300 sumur bor. Sayangnya, respons Pemko waktu itu sangat minim.
"Pemko Padang hanya mampu mengajukan lima. Ini persoalan serius," tegas Wahyu.
Bagi politisi Gerindra itu, hambatannya bukan soal anggaran atau komitmen pusat. Melainkan, lemahnya manajemen dan keseriusan dari pihak pemkot sendiri. Situasi ini, dalam pandangannya, adalah bukti nyata kegagalan kepemimpinan dalam mengurusi hal yang paling mendasar bagi rakyat.
Ia bahkan menyoroti gaya kepemimpinan Fadly yang dianggap lebih fokus pada hal lain. Wahyu menilai wali kota terlalu sibuk membangun pencitraan politik dan ambisi elektoralnya, ketimbang menyelesaikan persoalan riil di lapangan.
"Saya minta Wali Kota Padang berhenti sibuk pencitraan dan dongeng-dongeng calon Gubernur Sumbar. Masih lama," tuturnya.
"Rakyat butuh air bersih, bukan janji. Kondisi ini bukti kegagalan pemerintah dalam mengurus kebutuhan dasar warga," pungkas Wahyu.
Artikel Terkait
BMKG Tegaskan: Teknologi Tak Mampu Bubarkan Siklon, Fokus Beralih ke Mitigasi Darat
Bareskrim Ungkap Jaringan SMS Phising Berkedok e-Tilang, Tiga Tersangka Diamankan
Iran Bantah Klaim Trump: Kami Tak Pernah Minta Negosiasi
Nasihat Guru Berujung Laporan Polisi, Orang Tua Murid Tuntut Permintaan Maaf Publik