Dunia olahraga Indonesia kembali diguncang kabar buruk. Dua kasus kekerasan seksual yang menimpa atlet panjat tebing dan kickboxing memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, tak terkecuali PSSI. Federasi sepak bola tanah air itu menyatakan sikap tegasnya: mendukung penuh langkah Menpora Erick Thohir untuk memberantas predator seksual. Intinya, kata mereka, nggak ada toleransi sedikit pun buat pelaku.
Menurut sejumlah saksi, kasus-kasus ini memang bikin geram. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Olahraga, dalam pandangannya, seharusnya jadi ruang yang menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati. Tindakan kekerasan seksual jelas menginjak-injak semua nilai luhur itu.
Ia melanjutkan, dampaknya jauh lebih luas. “Kejadian ini bukan hanya menyedihkan bagi atlet sebagai korban ataupun keluarganya saja, tapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia karena para atlet tersebut sudah memberikan prestasi baik untuk daerah mereka ataupun untuk bangsa,” imbuhnya.
Yunus berharap proses hukum berjalan serius dan transparan. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi respons cepat Kemenpora. Langkah Erick Thohir membuka ruang pengaduan bagi atlet dinilainya sebagai tindakan tepat. “Kami berterima kasih kepada Bapak Menpora karena terus mengawal kasus ini,” ujarnya. Dengan perhatian seperti itu, ia berharap tiap cabang olahraga makin fokus pada keamanan atletnya.
Suara senada datang dari Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono. Baginya, olahraga wajib jadi ruang aman. Titik. Atlet harus bisa berlatih dan berkembang tanpa dihantui rasa takut.
Artikel Terkait
AS Ancam Hancurkan Pulau Kharg, Iran Balas Ancaman Serang Infrastruktur Minyak Global
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
Iran Ajukan Dua Syarat Mutlak untuk Akhiri Perang di Timur Tengah