Partai Perindo memantapkan langkah konsolidasi organisasi di Jawa Barat sebagai fondasi strategis menuju basis kemenangan sekaligus model penguatan partai di tingkat nasional. Provinsi dengan jumlah penduduk dan pemilih terbesar di Indonesia itu dinilai memiliki posisi krusial dalam peta politik nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan konsolidasi organisasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Barat yang digelar di Bandung, Sabtu, 13 Juni 2026. Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menyebut Jawa Barat menjadi kunci penguatan partai secara nasional karena memiliki 27 kabupaten/kota, lebih dari 51 juta penduduk, dan hampir 36 juta pemilih.
“Keberhasilan konsolidasi dan kerja politik di Jawa Barat akan menjadi tolok ukur sekaligus model bagi daerah lain,” ujar Ferry dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut Ferry, tantangan partai saat ini tidak lagi terletak pada penyusunan gagasan, melainkan pada kepastian bahwa seluruh program berjalan secara konsisten dan terukur. Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput terus didorong melalui perluasan keanggotaan, penguatan jaringan politik, serta target minimal 1.000 anggota aktif yang terdata secara digital di setiap kabupaten dan kota.
“Politik modern membutuhkan organisasi berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Penguatan database keanggotaan melalui KTA online menjadi sangat penting,” tegas Ferry.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, menegaskan bahwa Rakorwil 2026 merupakan momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh kader. Agenda itu tidak hanya bertujuan memperkuat organisasi dan menghadapi verifikasi partai politik, tetapi juga mempercepat pengembangan partai di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Rakorwil ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum konsolidasi total untuk menyatukan energi baru, memperkuat struktur, dan memastikan partai hadir nyata di tengah masyarakat,” ujar Rifqi.
Rakorwil 2026 difokuskan pada penguatan organisasi, kesiapan verifikasi partai, kaderisasi, serta percepatan rekrutmen menuju target 60.000 anggota aktif Perindo Jawa Barat pada 2027. Seluruh DPD kabupaten/kota didorong membentuk tim verifikasi guna memastikan kesiapan struktur partai hingga tingkat bawah. “Verifikasi bukan sekadar administratif, tetapi momentum memperkuat mesin partai dan memastikan seluruh struktur bergerak aktif,” tegas Rifqi.
Di sisi lain, Partai Perindo terus memperkuat perannya sebagai partai ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan UMKM, layanan Mobil Sehat, pendampingan pekerja migran, hingga pendidikan politik. Ferry menambahkan, perluasan basis dukungan ke keluarga, perempuan, dan masyarakat pedesaan menjadi fokus penting ke depan. Langkah ini melengkapi kekuatan Perindo yang selama ini cukup kuat di kalangan pemilih muda dan masyarakat perkotaan.
“Partai harus tumbuh dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Konsolidasi organisasi harus berjalan beriringan dengan kehadiran program yang berdampak langsung,” katanya.
Rakorwil ini sekaligus menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional Partai Perindo untuk memperkuat struktur, memperluas basis keanggotaan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika politik ke depan. Jawa Barat ditempatkan sebagai episentrum penguatan organisasi dan model kemenangan nasional.
Artikel Terkait
Prabowo Dinilai Kontradiktif: Retorika Antek Asing di Dalam Negeri, 56 Kali Kunjungan ke Luar Negeri
Biota Wisata Buka Program Umrah Juli 2026 dengan DP Rp2,5 Juta dan Cicilan hingga 36 Bulan
Ketua Komisi III DPR Verifikasi Stok Beras BULOG, Sebut Capai Lebih dari 5 Juta Ton
Hasil UTBK SM-KPN PNUP Diumumkan, Hampir Seribu Kursi Jalur Mandiri Tersedia