Lech Poznan menuai kecaman keras dari pengamat dan jurnalis olahraga Polandia setelah tampil buruk dan kebobolan tiga gol saat menjamu Aarhus GF pada leg kedua putaran kedua kualifikasi Liga Champions di Stadion Poznan, Rabu (29/7/2026). Kekalahan telak tersebut membuat keunggulan agregat 4-1 yang diraih pada leg pertama sirna, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Aarhus GF membuka keunggulan pada menit ke-32 melalui gol Tobias Bech yang memanfaatkan kesalahan barisan pertahanan tuan rumah. Kesalahan Robert Gumny dalam menyapu bola berhasil dimanfaatkan Kristian Arnstad sebelum memberikan umpan matang kepada Bech. Memasuki babak kedua, performa skuat asuhan Niels Frederiksen tak kunjung membaik hingga tim tamu menambah dua gol tambahan untuk menyamakan agregat.
Penampilan buruk tersebut langsung memicu reaksi keras dari kalangan media Polandia. "Tanpa memedulikan bagaimana laga ini berakhir, ini adalah sebuah kompromitasi bagi Lech. Ini menjadi tamparan keras bagi mereka yang sudah menyambut kembalinya klub Polandia ke Liga Champions setelah satu dekade absen usai laga di Denmark," kata Kuba Cimoszko, jurnalis WP SportoweFakty.
Kritik tajam juga disampaikan oleh Bartosz Wieczorek, jurnalis TVP Sport. "Lech hari ini seolah ingin melampaui semua Zalgiris, Stjarnan, dan Lincoln. Sebuah kompromitasi total," ujarnya. Sementara itu, Mateusz Ligaza, jurnalis Radio Zet, menyindir, "Apakah Lech minggu lalu secara tidak sengaja belum dipastikan lolos?"
Kritik pedas terkait kecerobohan para pemain di lapangan juga diutarakan secara terbuka. "Agar tidak ada yang mengatakan bahwa Lech 'buang air besar semeter sebelum toilet'. Karena ini ibarat sudah berada di dalam toilet dan dengan sadar mengotori celana sendiri. Ini mutlak tindakan kriminal," kata Damian Smyk, pengamat sepak bola. Zelislaw Zyzynski, jurnalis olahraga, pun tak percaya: "Ini tidak mungkin terjadi. Lech, bermainlah!"
Sebelum pertandingan, jurnalis Denmark Bold.dk Daniel Najsen Fallah sempat membeberkan pandangannya mengenai peluang Aarhus yang bertanding tanpa kiper utama Jesper Hansen akibat kartu merah pada leg pertama. "Pertandingan pertama tidak berjalan sesuai harapan penggemar Aarhus. Kartu merah merusak segalanya. Ini kesempatan unik bagi Aarhus untuk membuat keajaiban sepak bola dan membalikkan hasil pertandingan," katanya.
Ia menambahkan bahwa fokus utama klub Denmark tersebut adalah memastikan langkah di kompetisi antarklub Eropa guna menjaga pendapatan serta reputasi klub. "Saya pikir para pemain harus memberikan segalanya dalam perjalanan menuju tujuan ini. Liga Champions adalah sebuah impian, tetapi tidak sangat realistis. Kami terutama bertujuan untuk tetap berada di kompetisi Eropa, kami pasti akan melakukan segalanya untuk tetap berada setidaknya di Liga Europa, karena itu masih memberi kami banyak uang dan prestise," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan penilaian terkait sosok pelatih Lech Poznan yang berasal dari Denmark. "Dia pelatih yang sangat baik, sukses di beberapa klub dan sangat dihormati di Denmark," kata Daniel Najsen Fallah.
Pertandingan leg kedua ini turut disaksikan oleh Duta Besar Denmark untuk Polandia Jakob Henningsen serta dihadiri sekitar 2.000 pendukung tim tamu. Pemenang dari laga ini dijadwalkan menghadapi Sabah Baku pada babak ketiga kualifikasi Liga Champions, sementara tim yang kalah akan terlempar ke kualifikasi Liga Europa.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas dan Tambahan Armada Disiapkan Jelang Laga Lech Poznan vs Aarhus GF
Lech Poznań Siap Hadapi Aarhus di Leg Kedua Kualifikasi Liga Champions
Laga Penentu Kauno Zalgiris vs KI Klaksvik Pindah Venue karena Konser Pitbull
Sturm Graz Pesta ke Babak Ketiga Kualifikasi Liga Champions Usai Gilas Hearts 2-0