Sekretaris hukum untuk Provinsi Tierra del Fuego, Emiliano Fossatto, bersuara lantang. Ia mengaku pihaknya sama sekali tak mendapat komunikasi, baik sebelum maupun sesudah kunjungan itu terjadi.
"Kunjungan ini menimbulkan ketidakpastian yang substansial," ujarnya kepada Radio 10.
Poin yang menarik: provinsi yang dikunjungi itu dipimpin oleh oposisi sayap kiri Argentina. Jadi, ada nuansa politik dalam yang tak bisa diabaikan.
Fossatto menambahkan, lokasi Pelabuhan Ushuaia sangat krusial. Tempat itu adalah gerbang menuju Antartika dan lalu lintas air komersial serta wisata.
"Jadi, tentu ada motif-motif lain di balik kunjungan tersebut," sebutnya.
Nada skeptisnya jelas. Di sisi lain, pemerintah pusat Argentina masih diam. Kunjungan mendadak ini, bagaimanapun, telah membuka babak baru dalam perdebatan tentang kedaulatan dan kepentingan asing di ujung selatan Amerika Selatan.
Artikel Terkait
Ahok Buka Suara: Dari Larangan Main Golf hingga Pengawasan Etika di Pertamina
Ahok Bantah Kenal Riza Chalid di Sidang Tipikor: Tak Ada Laporan Sepanjang Jabatan
Rusia-China Siapkan Langkah Bersama Menjawab Ancaman AS ke Iran
MLKI Kirim Surat Tegas ke Prabowo: Tolak Polri Masuk Kementerian