Sebuah pesawat pemerintah Amerika Serikat mendarat tiba-tiba di Ushuaia, kota paling selatan Argentina. Kunjungan yang tak diumumkan ini langsung memantik kecurigaan dan kritik dari pihak oposisi. Mereka menilai kedatangan delegasi anggota parlemen AS itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pertanda untuk kepentingan yang lebih besar di wilayah gerbang Antartika tersebut.
Menurut laporan AFP, Selasa lalu, pesawat itu datang ke ibu kota Provinsi Tierra del Fuego tanpa pemberitahuan. Bagi banyak pengamat, ini menguatkan spekulasi bahwa Presiden Javier Milei sekutu dekat Donald Trump sedang mengupayakan pembangunan pangkalan angkatan laut gabungan dengan AS di area strategis itu.
Kedutaan Besar AS di Buenos Aires akhirnya mengonfirmasi. Mereka menyebut pesawat itu membawa delegasi bipartisan dari Komite Energi dan Perdagangan DPR AS. Tapi, nama-nama anggota parlemen yang datang tak disebutkan sama sekali.
Media lokal melaporkan, para tamu dari Washington itu melakukan perjalanan ke wilayah Patagonia menggunakan pesawat Boeing C-40 Clipper milik Angkatan Udara AS. Cukup mencolok, memang.
Dalam pernyataannya, Kedubes AS menjelaskan bahwa pertemuan membahas sejumlah isu. Mulai dari degradasi lingkungan, izin pertambangan, pengelolaan limbah, sampai pengolahan mineral penting. Topik lain yang diangkat adalah kesehatan masyarakat dan keselamatan medis.
Namun begitu, penjelasan itu tak sepenuhnya meredakan kecemasan.
Artikel Terkait
Ahok Buka Suara: Dari Larangan Main Golf hingga Pengawasan Etika di Pertamina
Ahok Bantah Kenal Riza Chalid di Sidang Tipikor: Tak Ada Laporan Sepanjang Jabatan
Rusia-China Siapkan Langkah Bersama Menjawab Ancaman AS ke Iran
MLKI Kirim Surat Tegas ke Prabowo: Tolak Polri Masuk Kementerian