Di depan gedung pengadilan yang ramai, sorotan tajam kembali mengarah pada sosok Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini akan menjalani persidangan kasus pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari Senin (26/1/2026) itu. Namun sebelum masuk ruang sidang, ia melemparkan pernyataan yang bikin penasaran. Menurut Noel, ada partai politik yang terlibat dalam kasusnya.
"Partainya ada huruf K-nya. Udah itu dulu clue-nya ya," ucap Noel, dengan senyum samar.
Ia tak berhenti di situ. Selain partai, disebutkannya pula ada organisasi masyarakat yang ikut bermain. Tapi, Noel buru-buru meluruskan. Keterlibatan ormas ini, katanya, cuma sebatas pada aliran dana terkait kasus pemerasan di lingkungan Kemnaker itu.
"Alirannya, bukan terlibatnya. Alirannya," tegasnya, tanpa mau berpanjang lebar.
Soal warna bendera atau nama lengkap partai yang ia tuding, Noel memilih untuk menahan diri. "Pekan depan akan saya paparkan," janjinya. Pagi tadi, memang, ia terlihat cukup banyak bicara tentang pihak-pihak yang diduga terlibat, bahkan diselingi satire tentang dirinya yang disebut-sebut sebagai 'gembong korupsi'.
Kasus yang menjeratnya ini sendiri cukup serius. Immanuel Ebenezer ditangkap KPK sebagai tersangka pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Modusnya, uang pengurusan yang semestinya Rp 275 ribu digelembungkan jadi Rp 6 juta. Praktik ini diduga sudah berjalan sejak 2019.
Yang mencengangkan, selisih biaya yang harus ditanggung para calon pemegang sertifikat itu disebut KPK mencapai angka fantastis: Rp 81 miliar. Dalam pengembangan kasus, lembaga antirasuah itu sudah menetapkan tiga tersangka baru, sehingga totalnya kini ada 14 orang yang tersangkut.
Lalu, seberapa besar dampak ujaran Noel tentang partai 'berhuruf K' ini terhadap panggung politik kita? Apa sebenarnya yang ingin ia sampaikan? Ini tentu jadi bahan perdebatan yang menarik untuk diikuti.
Sementara itu, dari wilayah Sukoharjo, Solo, datang kabar tentang kejadian mencekam. Sebuah insiden tabrak lari melibatkan mobil pick up dan sejumlah motor terjadi Sabtu (24/1) siang. Ceritanya ternyata lebih rumit dari sekadar kecelakaan biasa. Aksi ini bermula dari percobaan penculikan yang gagal, yang dilakukan seorang pemuda berinisial MDA (23).
Artikel Terkait
Kunjungan Rahasia AS ke Ushuaia Picu Kecurigaan dan Debat Kedaulatan
BMKG Ungkap Upaya Hujan Buatan Gagal Cegah Longsor Cisarua
Atap Ambruk di Bogor, Satu Keluarga Mengungsi Usai Hujan Deras
Saksi Sidang Chromebook Buka Suara: Survei Harga Rp 5-8 Juta, di Marketplace Cuma Rp 3,3 Juta