Operasi penegakan imigrasi federal di Minneapolis bakal dikurangi. Sejumlah agen mulai ditarik hari ini, menyusul insiden penembakan mematikan yang memicu gelombang kemarahan. Wali Kota Jacob Frey jelas-jelas mendesak agar semua personel federal segera angkat kaki dari kotanya.
"Beberapa agen federal akan mulai meninggalkan wilayah ini besok," tegas Frey, Selasa lalu. Ia menambahkan, dorongan agar seluruh pihak yang terlibat operasi ini pergi akan terus ia lakukan.
Sebelumnya, Frey sempat berbicara langsung dengan Presiden Trump. Unggahan di media sosialnya menyebutkan bahwa Trump pun setuju situasi yang memanas ini tak boleh dibiarkan berlarut.
Pemicu semua ini adalah sebuah insiden berdarah Sabtu lalu. Petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menembak mati seorang warga negara AS di Minneapolis. Reaksinya cepat: protes keras dan kecaman pedas mengalir dari para pemimpin lokal.
Versi pemerintah federal, yang disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri, menyebut ini sebagai serangan. Katanya, agen patroli perbatasan terpaksa menembak untuk membela diri. Seorang pria disebut mendekat dengan pistol dan melawan keras saat upaya pelucutan senjata dilakukan.
Tapi, cerita itu langsung dipertanyakan. Ada video dari saksi mata di lokasi yang sudah diverifikasi memperlihatkan gambaran yang jauh berbeda. Pria itu, Alex Pretti (37), terlihat memegang telepon, bukan senjata api. Saat kejadian, dia dikabarkan sedang berusaha menolong pengunjuk rasa lain yang sudah dibanting ke tanah oleh para agen.
Rekaman itu bercerita lebih detail. Pretti terlihat merekam aksi agen federal yang mendorong seorang wanita dan menjatuhkan orang lain. Dia lalu bergerak menghalangi, berdiri di antara para agen dan wanita-wanita itu. Tangannya terangkat, berusaha melindungi diri, sementara semprotan merica dihujankan ke arahnya.
Artikel Terkait
Netanyahu Sindir Rumor Kematian dan Enam Jari, Tegaskan Serangan ke Iran
Netanyahu Tampil di Video, Bantah Rumor Kematian dan Jari Hasil AI
Ketua Umum Projo Prihatin atas Penyiraman Aktivis KontraS, Serukan Penegakan Hukum
BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau