Video yang memperlihatkan seorang kepala desa menodongkan benda mirip senjata api ramai beredar di media sosial. Kejadian ini terjadi di Desa Pulo Liman, wilayah Dolok Sigampulon, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Pelakunya diduga adalah sang kepala desa sendiri, yang berinisial ADR.
Polisi pun angkat bicara. Lewat Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor D Sitorus, kronologi kejadian akhirnya terungkap. Rupanya, semuanya berawal dari perselisihan sebidang lahan kelapa sawit pada Minggu siang lalu.
"Peristiwa itu terjadi ketika PS sedang memanen buah kelapa sawit atas suruhan keluarga kepala desa," jelas Bontor kepada awak media.
Nah, di tengah proses pemanenan itu, datanglah seorang warga bernama HAR alias BR. Ia melarang PS meneruskan pekerjaannya. Alasannya, lahan yang dipanen itu statusnya masih dalam sengketa. Menurut laporan, BR tak hanya melarang. Ia juga diduga mengancam PS dengan senapan angin.
Merasa warganya terancam, PS pun melaporkan hal ini kepada ADR, sang kepala desa. Tindakan PS ini ibarat menyulut bensin. ADR langsung mendatangi lokasi untuk menemui BR.
Pertemuan keduanya pun memanas. Menurut penuturan polisi, ADR melihat BR masih membawa senapan anginnya.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing